Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Daftar Wilayah yang Mengalami Hari Tanpa Hujan Lebih dari 60 Hari

Berdasarkan pantauan BMKG, ada sejumlah wilayah Indonesia yang mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Nuryanti
zoom-in Daftar Wilayah yang Mengalami Hari Tanpa Hujan Lebih dari 60 Hari
SRIPO/Syahrul
Seorang petani warga Kelurahan Karyajaya, Kecamatan Kertapati Palembang memanen padi pasang surut lebih awal, Rabu (4/10/2023). Dampak musim kemarau panjang ini sawah pasang surut petani mengalami kekeringan. 

TRIBUNNEWS.COM - Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ada sejumlah wilayah Indonesia yang mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut.

Ada yang mengalami selama 21-60 hari hingga lebih dari 60 hari.

Seperti Sumba Timur & Rote Ndao-Nusa Tenggara Timur yang mengalami Hari Tanpa Hujan selama 176 hari.

Berikut wilayah Indonesia yang mengalami Hari Tanpa Hujan selama 21-60 hari hingga pertengahan Oktober 2023, dikutip dari laman BMKG:

- Sebagian wilayah di Pulau Sumatera bagian Selatan

- Jawa

Baca juga: BMKG Paparkan Dampak Lanjutan Kemarau Kering di Sejumlah Sektor

- Bali-Nusa Tenggara

Rekomendasi Untuk Anda

- Kalimantan bagian selatan

- Sulawesi Utara dan Sulawesi bagian selatan

- Maluku serta Papua bagian selatan

Sementara itu, ada pula wilayah yang mengalami Hari Tanpa Hujan kategori Ekstrem Panjang selama lebih dari 60 hari, yakni Lampung, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Di Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Kalteng, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.

Kepala BMKG, Dwikorta Karnawati menyebutkan, sebagian besar wilayah Indonesia telah mengalami kondisi curah hujan sangat rendah pada Juli, Agustus September dan Oktober 2023.

Wilayah yang dimaksud terdiri dari sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Maluku Utara dan sebagian Papua.

Dwikorta mengingatkan adanya dampak lanjutan dari kombinasi El Nino dan IOD positif yang menjadi pemicu kekeringan di Indonesia.

Hal itu dapat memengaruhi sektor pertanian, sumber daya air, kehutanan, perdagangan, energi, dan kesehatan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas