Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Haedar Nashir Minta Warga Muhammadiyah Melakukan Ibadah Puasa Ramadan Mulai 11 Maret 2024

Haedar meminta warga Muhammadiyah untuk mengikuti pedoman dari hasil hisab wujudul hilal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Haedar Nashir Minta Warga Muhammadiyah Melakukan Ibadah Puasa Ramadan Mulai 11 Maret 2024
Freepik
Ilustrasi Ramadan - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah atau hari pertama puasa Ramadhan jatuh pada Senin (11/3/2024). Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta kepada warga Muhammadiyah agar dapat melakukan ibadah puasa Ramadhan sesuai dengan ketetapan tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah atau hari pertama puasa Ramadhan jatuh pada Senin (11/3/2024).

Awal bulan Syawal atau Idulfitri, Muhammadiyah menetapkan jatuh pada Rabu (10/4/2024) dan Iduladha pada Senin (17/6/2024).

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam konferensi pers virtual, Sabtu (20/1/2024).

"PP Muhammadiyah memutuskan berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah bahwa awal puasa Ramadan tahun ini jatuh pada hari Senin tanggal 11 Maret 2024," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, pada konferensi pers virtual, Sabtu (20/1/2024).

Baca juga: Kapan Puasa Ramadan 2024/1445 Hijriah? Simak Perkiraan Jadwalnya hingga Penetapan Muhammadiyah

Haedar meminta warga Muhammadiyah untuk mengikuti pedoman dari hasil hisab wujudul hilal.

Dia menyampaikan kepada warga Muhammadiyah agar dapat melakukan ibadah puasa Ramadhan sesuai dengan ketetapan tersebut.

"Sehingga bagi kaum muslimin khususnya warga Muhammadiyah dan saudara-saudara yang mengikuti pedoman hisab wujudul hilal dan yang meyakininya dapat memulai ibadah-ibadah puasa, Idulfitri dan Idul Adha sebagaimana telah kami maklumatkan pada hari ini," ungkap Haedar.

Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal, tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta pada 10 Maret 2024 yakni (¢ = -07° 48′ LS dan l= 110° 21′ BT ) = +00° 56′ 28".

Artinya hilal sudah terlihat dan awal Ramadan sudah dimulai sejak terbenamnya matahari pada 10 Maret 2024.

Saat matahari terbenam pada 10 Maret 2024, bulan berada di atas ufuk (hilal sudah wujud) kecuali di wilayah Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

Untuk penetapan Idul Fitri 2024, PP Muhammadiyah menyatakan, tinggi bulan saat matahari tenggelam pada 9 April 2024 di Yogyakarta (¢=-07° 48′ LS dan l = 110° 21′ BT ) = +06° 08′ 28″ dan di wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk.

Baca juga: Bacaan Doa Niat Puasa Ramadan, Arab, Latin dan Terjemahan

Hal ini menandai terlihatnya hilal yang menjadi rujukan 10 April 2024 sebagai awal bulan Syawal.

Haedar menjelaskan PP Muhammadiyah tidak bermaksud mendahului pihak manapun dalam penetapan 1 Ramadhan, 1 Syawal, dan 1 Dzulhijjah.

Menurutnya, pengumuman ini lumrah dilakukan oleh Muhammadiyah setiap tahunnya.

"Kenapa Muhammadiyah mengumumkan sekarang dan mungkin ada yang bertanya mendahului. Kami PP Muhammadiyah tidak mendahului siapapun. Jadi pengumuman dan maklumat ini hal yang lumrah terjadi pada setiap tahun," ujarnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas