Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dukung Program MBG, Wakil Menteri Pertanian: Investasi Sapi Perah Kejar Swasembada Susu Nasional

Indonesia kembali kedatangan 523 ekor sapi perah dari Australia. Kedatangannya disambut langsung oleh perwakilan Kementerian Pertanian.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Dukung Program MBG, Wakil Menteri Pertanian: Investasi Sapi Perah Kejar Swasembada Susu Nasional
HandOut/IST
SAPI IMPOR - Indonesia Kembali kedatangan 523 Ekor Sapi Perah yang dikirim dari Australia, hasil kerjasama dengan North Australian Cattle Company (NACC). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia kembali kedatangan 523 ekor sapi perah dari Australia.

Pengiriman ini dipelopori oleh PT Asli Juara Indonesia yang bekerja sama dengan North Australian Cattle Company (NACC).

Kedatangan ratusan sapi tersebut disambut langsung oleh Drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D, perwakilan Kementerian Pertanian di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. 

Dirinya menyampaikan apresiasi pemerintah terhadap pengusaha yang berkomitmen memperkuat pasokan sapi perah melalui skema impor.

“Pemerintah mengapresiasi upaya pengusaha yang terus mendorong impor sapi perah. Langkah ini penting untuk memenuhi kebutuhan nasional akan susu segar,” kata Hendra.

Sementara itu Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyebut jumlah sapi perah yang sudah masuk ke Indonesia hingga September 2025 baru mencapai 11.500 ekor, jauh dari target 150.000 ekor di tahun ini.

“Target kita memang besar, 150.000 ekor sapi perah dan pedaging. Saat ini baru terealisasi 11.500 ekor sapi perah dan 29.000 ekor sapi pedaging,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi IV DPR, Selasa (16/9/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha agar mendatangkan sapi, termasuk memberikan kemudahan perizinan.

Meski impor terus dilakukan, produksi susu domestik masih tertinggal jauh dari kebutuhan.

Data menunjukkan, rata-rata kebutuhan susu nasional mencapai 17,34 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya 3,86 juta ton. 

Artinya, baru sekitar 22,26 persen kebutuhan yang terpenuhi dari produksi lokal.

Kondisi ini membuat Indonesia masih harus mengandalkan impor hampir 80% untuk memenuhi kebutuhan susu.

Pemerintah pun menargetkan impor hingga 1 juta ekor sapi dalam lima tahun mendatang melalui kolaborasi dengan industri susu, importir, dan pakan ternak.

Keterbatasan pasokan susu segar ini juga berdampak pada program Makan Bergizi Gratis dan Susu Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Program tersebut hingga kini belum bisa berjalan konsisten karena ketersediaan susu masih jauh dari mencukupi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas