Prabowo Dinilai Perlu Evaluasi 7 Menteri Plus Kepala BGN, Voxpol: Masih Ada yang Jadi Beban
Menurut Pangi setidaknya ada delapan kementerian/lembaga yang perlu dievaluasi pada momen setahun Prabowo memimpin, termasuk BGN.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Sri Juliati
Pangi juga mengatakan reshuffle juga harus dilakukan secara objektif, bukan karena kedekatan atau power sharing maupun like or dislike.
"Satu tahun sudah cukup kesempatan yang diberikan untuk menilai siapa yang bekerja, siapa yang sekadar numpang jabatan. Jika reshuffle dilakukan dengan tepat, Presiden Prabowo akan memiliki tim yang solid untuk menuntaskan janji-janji besarnya kepada rakyat," ungkapnya.
10 Kementerian Terburuk dalam 1 Tahun
Sementara itu lembaga riset bidang ekonomi dan kebijakan publik, Center of Economic and Law Studies atau Celios, merilis daftar 10 menteri dan kepala badan dengan kinerja terburuk dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Celios melakukan survei kinerja para menteri serta kepala badan selama satu tahun pemerintahan Prabow-Gibran berjalan.
Survei tersebut melibatkan sejumlah pakar dan ahli kebijakan publik.
Dalam rapor Celios, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mendapat nilai paling rendah, yakni minus 151 poin.
Bahlil menempati posisi pertama dalam daftar menteri dengan kinerja terburuk versi survei Celios.
Di urutan kedua ada Kepala BGN Dadan Hindayana. Ia mendapat nilai minus 81 poin.
Berikut daftar 10 menteri serta kepala badan berkinerja terburuk dan harus di-reshuffle menurut survei yang dilakukan Celios:
1. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia (-151 poin)
2. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana (-81 poin)
3. Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai (-79 poin)
4. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni (-56 poin)
5. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon (-36 poin)
6. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana (-34 poin)
Baca tanpa iklan