Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Prabowo Dinilai Perlu Evaluasi 7 Menteri Plus Kepala BGN, Voxpol: Masih Ada yang Jadi Beban

Menurut Pangi setidaknya ada delapan kementerian/lembaga yang perlu dievaluasi pada momen setahun Prabowo memimpin, termasuk BGN.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Prabowo Dinilai Perlu Evaluasi 7 Menteri Plus Kepala BGN, Voxpol: Masih Ada yang Jadi Beban
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
KABINET PRABOWO-GIBRAN - Para Menteri Kabinet Merah Putih berbincang sebelum berfoto bersama usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2024). Voxpol Center Research and Consulting menilai ada tujuh kementerian dan Badan Gizi Nasional (BGN) yang perlu dievaluasi Presiden Prabowo. 

7. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (-22 poin)

8. Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko (-14 poin)

9. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto (-10 poin)

10. Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid (-7 poin).

Celios menegaskan bahwa data tersebut merupakan suara dari masayakat.

"Evaluasi setahun pemerintahan adalah peluang untuk introspeksi, dan hanya pemerintahan yang berpihak pada rakyat yang berani memanfaatkannya," tulis Celios dalam laporannya, dikutip Tribunnews, Senin (20/10/2025).

Melihat rendahnya kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan dalam tahun pertama Prabowo-Gibran, reshuffle kabinet dinilai menjadi langkah korektif yang tidak bisa ditunda.

Rekomendasi Untuk Anda

"Evaluasi publik terbaru bahkan secara eksplisit menempatkan 10 menteri dengan kinerja terburuk, yang bukan hanya dinilai gagal bekerja, tetapijuga menjadi beban politik dan moral bagi Prabowo," tulis Celios.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto, Rakli Almughni)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas