Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Data Basarnas dan BNPB Beda soal Korban Banjir Sumatera, Ini Penjelasan Kepala Basarnas

BNPB menyampaikan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera bertambah menjadi 631 orang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Data Basarnas dan BNPB Beda soal Korban Banjir Sumatera, Ini Penjelasan Kepala Basarnas
BNPB/
BENCANA SUMBAR - Dampak kerusakan materil yang terjadi, akibat banjir bandang di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (30/11/2025). TRIBUNNEWS/HO/BNPB 

Ringkasan Berita:
  • Banjir bandang melanda tiga provinsi di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
  • Data Basarnas hingga pukul 10.00 WIB hari ini, Selasa (2/12/2025), 583 orang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia
  • Sementara BNPB menyampaikan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera menjadi 631 orang.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Update data korban banjir Sumatera yang dipublikasikan Badan SAR Nasional (Basarnas) dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  kerap berbeda.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan alasannya.

Syafii menegaskan Basarnas bekerja berdasarkan prosedur baku dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan, termasuk dalam pendataan korban.

Menurut Syafii, data yang dirilis Basarnas adalah data yang dapat dipertanggungjawabkan karena berkaitan langsung dengan hak-hak keluarga korban.

"Apa yang dilaksanakan Badan SAR Nasional tentunya menggunakan prosedur yang baku," kata Syafii di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Syafii menjelaskan BNPB berperan sebagai koordinator yang mengumpulkan laporan dari berbagai sumber.

Rekomendasi Untuk Anda

Sehingga wajar jika terjadi perbedaan angka dengan temuan Basarnas di lapangan.

"Kita tidak tahu bahwa terkait dengan laporan yang ada di BNPB karena BNPB ini sebagai koordinator dari seluruh kekuatan. Bisa dari informasi dari Pemerintah Daerah, ada dari TNI, dari Polri," ucapnya.

Syafii mengatakan data Basarnas digunakan sebagai dasar penting, terutama terkait santunan dan pemenuhan hak keluarga korban.

"Namun yang dilakukan oleh Badan SAR Nasional sebenarnya akan dipertanggungjawabkan, karena itu hubungannya dengan santunan, dengan hak-haknya dari keluarga," tandansya.

Data terbaru Basarnas

Data Basarnas hingga pukul 10.00 WIB hari ini, Selasa (2/12/2025), total korban yang berhasil dievakuasi oleh Basarnas mencapai 35.682 orang.

Dari jumlah tersebut, 583 orang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sementara 553 orang lainnya masih dilaporkan dalam pencarian.

Syafii menjelaskan lonjakan data korban terjadi karena sejumlah wilayah terdampak baru dapat diakses, baik dari sisi infrastruktur maupun komunikasi.

Data BNPB soal Korban Banjir

BNPB menyampaikan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera bertambah menjadi 631 orang.

Jumlah korban jiwa di Sumatera Utara 293 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa dan Aceh 173 jiwa. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas