3.000 Ikan Lele MBG Buat Prabowo Tertawa saat Rapat, Disebut Luar Biasa
Presiden Prabowo tertawa begitu mendengar laporan dari Kepala BGN Dadan Hindayana tentang jumlah ikan lele yang dibutuhkan untuk MBG.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Whiesa Daniswara
“Luar biasa,” kata Prabowo menanggapi.
Masifnya MBG dan rendahnya jejak karbon
Dadan mengklaim masifnya program MBG yang mulai digulirkan awal tahun ini sudah dirasakan oleh masyarakat.
“Banyak petani-petani, pemuda-pemuda yang sekarang sudah mulai aktif beraktivitas di daerah masing-masing, meningkatkan produktivitas wilayah,” kata Dadan.
Kemudian, dia mengaku sempat didatangi oleh seorang ahli dari Amerika Serikat (AS) untuk membicarakan carbon trading atau perdagangan karbon.
Perdagangan karbon adalah salah satu mekanisme nilai ekonomi karbon, yaitu mekanisme berbasis pasar untuk mengurangi emisi GRK melalui kegiatan jual beli karbon, yakni memperdagangkan "izin" atau "kredit" emisi karbon antara perusahaan atau negara.
“Saya juga enggak nyangka ternyata pola yang dikembangkan Badan Gizi terkait lokalitasnya, dengan adanya SPPG dan kemudian ada ahli gizi di setiap SPPG dan kemudian produknya produk lokal, kesukaan masyarakat lokal, rupanya secara ekosistem, itu dinilai termasuk yang menghasilkan carbon footprint rendah,” kata dia menjelaskan.
“Sehingga bisa di-monetize oleh dunia internasional terkait program di Badan Gizi Nasional karena lokalitasnya tersebut."
Dadan singgung kasus mobil SPPG tabrak siswa
Dalam rapat kabinet itu, Dadan turut melaporkan kasus sopir SPPG yang menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, kepada Prabowo.
"Saya ingin melaporkan terkait dengan kejadian insiden kemarin di mana ada satu mobil pengantaran yang menabrak pagar dan kemudian masuk di SD Cilincing," ujar Dadan.
Menurutnya, saat itu sopir utama pengantar makanan program MBG sedang sakit sehingga sopir cadangan ditelepon pada pukul 03.00 WIB.
"Dan kelihatannya (sopir cadangan) dalam kondisi kurang prima dan tetap bekerja untuk melayani dan timbul kejadian di halaman, berikutnya ada 22 korban yang mengalami cedera. Di hari yang sama setelah 6 jam diobservasi itu ada 10 siswa yang sudah kembali."
"Kemudian ada delapan siswa dan satu guru di Rumah Sakit Koja yang dirawat dan tiga siswa di Rumah Sakit Cilincing," ungkapnya.
Pada hari ini, tersisa empat korban yang dirawat di Rumah Sakit Koja dan satu orang yang dirawat di Rumah Sakit Cilincing.
"Satu masih di PICU karena mengalami fraktur di wajah, tapi sudah dioperasi selama 5 jam, 2 hari yang lalu."
"Sekarang dalam proses pemulihan dan ditangani oleh tiga orang dokter spesialis dari dokter spesialis anak, bedah saraf, dan termasuk juga bedah plastik," katanya.
(Tribunnews/Febri/Deni)