Pengakuan Aurelie Moeremans Disorot DPR, RDPU Kasus Child Grooming Digelar Pekan Depan
Komisi XIII DPR RI pastikan gelar RDPU kasus Aurelie Moeremans. DPR libatkan korban dan LPSK bahas child grooming.
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Komisi XIII DPR RI memastikan akan menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) terkait kasus child grooming yang diungkap aktris Aurelie Moeremans.
TRIBUNNEWS.COM - Komisi XIII DPR RI memastikan akan menggelar rapat dengan pendapat umum (RDPU) terkait kasus aktris Aurelie Moeremans yang mengaku menjadi korban child grooming sejak usia 15 tahun.
Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menyampaikan bahwa agenda tersebut telah disusun setelah berkoordinasi dengan sejumlah lembaga, termasuk Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
“Saya sudah minta sekretariatan data dari beberapa lembaga, termasuk LPSK sudah kirim data ke kita,” ujar Willy dalam rapat kerja dengan Wakil Menteri Hukum, Edward Omar Sharif Hiariej, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Willy menegaskan, pekan depan DPR akan menghadirkan pihak-pihak terkait, termasuk korban, untuk mendalami duduk perkara.
“Insyaallah minggu depan kita akan rapatkan,” katanya.
Rencana pemanggilan ini berawal dari pernyataan anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, yang menyoroti pengakuan Aurelie.
Rieke menyayangkan belum adanya sanksi hukum terhadap terduga pelaku, bahkan menilai pelaku masih bebas melakukan sosialisasi terkait praktik grooming.
“Itu berbahaya, karena tidak ada sanksi, tidak ada peringatan,” tegasnya.
Politisi PDIP tersebut meminta dukungan lintas sektor agar para terduga pelaku tidak lagi diberi ruang di publik.
Baca juga: Sederet Artis Mirip dengan Karakter di Broken Strings, Aurelie Moeremans Minta Netizen Tidak Bully
Duduk Perkara Kasus Aurelie Moeremans
Kasus Aurelie Moeremans sebelumnya menuai simpati luas setelah ia merilis buku Broken Strings, yang berisi pengakuan pengalaman pribadi sebagai korban grooming oleh seorang pria dewasa saat berusia 15 tahun.
Kasus ini mencuat ke publik setelah Aurelie Moeremans secara terbuka mengungkap pengalaman pahitnya sebagai korban grooming saat masih remaja.
Pengalaman tersebut ia tuangkan dalam buku digital berjudul Broken Strings, yang berisi pengakuan pribadi sekaligus refleksi atas trauma yang dialaminya.
Melalui akun Instagram pribadinya, Aurelie mengungkap bahwa peristiwa itu bermula ketika dirinya berusia 15 tahun.
Pelaku merupakan seorang pria dewasa yang usianya hampir dua kali lipat dari dirinya.
“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku,” tulis Aurelie.