Maulidan Isbar: Kontribusi Desa Kunci Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
APUDSI meyakini percepatan ekonomi di level pedesaan merupakan motor utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Penulis:
Willem Jonata
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Ketua Umum APUDSI, Maulidan Isbar, menyatakan bahwa membangun ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi desa kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban nasional
- Kontribusi desa akan menjadi faktor penentu apakah Indonesia mampu mencapai target ekonomi yang ambisius
- Target ekonomi nasional sebesar 8 persen hanya bisa dicapai apabila roda ekonomi desa benar-benar diwujudkan
- Maulidan Isbar: Kontribusi Desa Kunci Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) meyakini percepatan ekonomi di level pedesaan merupakan motor utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Umum APUDSI, Maulidan Isbar, menyatakan bahwa membangun ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi desa kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban nasional atau mandatori.
Langkah strategis ini merupakan hasil dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 yang mempertegas arah perjuangan organisasi ke depan.
Menurut Maulidan, kontribusi desa akan menjadi faktor penentu apakah Indonesia mampu mencapai target ekonomi yang ambisius.
"Membangun ketahanan pangan dan ekonomi di desa melalui APUDSI sudah bukan pilihan, tapi mandatory. Target ekonomi nasional sebesar 8 persen hanya bisa dicapai apabila roda ekonomi desa benar-benar diwujudkan," tegas Maulidan dalam keterangan resminya di Jakarta.
Diketahui, Pemerintahan Prabowo-Gibran menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen pada 2029 untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.
Guna mendukung upaya tersebut, APUDSI melakukan langkah cepat dengan memperkuat struktur organisasi di seluruh pelosok Tanah Air.
Maulidan mematok target waktu yang singkat agar mesin organisasi dapat segera bekerja optimal.
"Prioritas utama kami adalah penguatan struktur. Target kami, maksimal dalam dua bulan ke depan, seluruh infrastruktur APUDSI sudah terbentuk secara nasional," jelasnya.
Selain kesiapan infrastruktur, APUDSI juga menitikberatkan pada aspek legalitas para anggotanya.
Maulidan mendorong pelaku usaha desa untuk memiliki payung hukum yang kuat (legal standing).
Hal ini dianggap krusial agar mereka tidak lagi menemui hambatan saat mencoba mengakses sumber pembiayaan formal maupun menembus pasar yang lebih luas.
Dalam hal operasional perdagangan, APUDSI memperkenalkan inovasi integrasi komoditas melalui platform Noscop, tujuannya menciptakan model bisnis closed loop atau ekosistem tertutup yang berkelanjutan.
Strategi ini tidak hanya bertujuan untuk efisiensi distribusi, tetapi juga sebagai upaya menjaga stabilitas harga di tingkat produsen (desa).
Baca tanpa iklan