Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Intip Penampakan Goodie Bag Berkode: Isi Uang 'Pajak THR' Hasil OTT Bupati Cilacap

Gila! Bupati Cilacap tega peras Puskesmas demi THR pribadi. Intip bukti goodie bag berkode hasil OTT KPK yang bikin publik geram di sini!

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Intip Penampakan Goodie Bag Berkode: Isi Uang 'Pajak THR' Hasil OTT Bupati Cilacap
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
BUKTI PAJAK THR — Penyidik KPK menunjukkan tumpukan uang tunai yang diangkat dari dalam goodie bag putih berkode khusus saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026) malam. Barang bukti ini merupakan hasil OTT terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terkait dugaan pemerasan massal berkedok dana THR yang menjerat puluhan pejabat daerah hingga tingkat Puskesmas. 

Ringkasan Berita:
  • Miris! Uang rakyat diperas paksa dari Puskesmas demi setoran "Pajak THR" sang Bupati Cilacap.
  • Terbongkar! Kode rahasia di label tas putih ini jadi bukti licinnya distribusi suap pejabat.
  • Gerbong Oranye! Bupati hingga Sekda kini meringkuk di sel KPK usai terjaring operasi senyap.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Meja konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK malam ini mendadak riuh oleh aroma uang tunai dan jejeran tas jinjing kertas yang tampak "rapi".

Di balik kesederhanaan goodie bag putih polos itu, tersimpan skandal besar: sebuah sistem 'Pajak THR' ilegal yang dirancang secara sistematis oleh Bupati Cilacap periode 2025–2030, Syamsul Auliya Rachman.

Berdasarkan pantauan langsung wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama, di lokasi pada Sabtu (14/3/2026) malam, deretan barang bukti tersebut lebih dari sekadar tumpukan rupiah.

Pemandangan ini menjadi potret nyata birokrasi yang dipaksa tunduk pada ambisi pribadi sang bupati di ambang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Label Angka dan Kode Rahasia

KODE RAHASIA SETORAN — Penampakan label berkode yang terikat pada tali goodie bag berisi uang tunai hasil OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Label angka ini diduga kuat sebagai kode identitas agar distribusi
KODE RAHASIA SETORAN — Penampakan label berkode yang terikat pada tali goodie bag berisi uang tunai hasil OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Label angka ini diduga kuat sebagai kode identitas agar distribusi "Pajak THR" dari 23 perangkat daerah hingga Puskesmas tidak tertukar saat dibagikan kepada pihak eksternal. (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

Barang bukti yang paling mencolok malam ini adalah deretan goodie bag putih polos yang dilengkapi dengan sebuah label atau tag berwarna senada yang diikatkan pada tali pegangannya.

Label tersebut rupanya bukan sekadar hiasan, melainkan difungsikan untuk menuliskan kode penerima aliran dana.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam salah satu bukti visual, terlihat label putih tersebut dibubuhi angka "1" yang ditulis tangan dengan tinta biru—diduga kuat sebagai kode identitas agar "jatah" THR tidak tertukar saat didistribusikan kepada pihak eksternal.

Di samping tas-tas tersebut, tumpukan uang pecahan Rp100.000 (merah) dan Rp50.000 (biru) tampak masih terikat rapi dengan pita bank.

"Selain itu, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk dokumen, barang bukti elektronik (BBE), serta uang tunai senilai Rp610 juta. Uang-uang tersebut di antaranya sudah dimasukkan ke dalam goodie bag yang disimpan di rumah pribadi FER dan akan diberikan sebagai THR kepada pihak-pihak eksternal," ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu.

Baca juga: Drama OTT Bupati Rejang Lebong: Kejar-kejaran Orang Kepercayaan di Gang Sempit hingga Ganti Mobil

Gerbong Pejabat dalam Pusaran 'Setoran Paksa'

Skandal ini menyeret "gerbong" pejabat teras. Dari 27 orang yang diamankan dalam operasi senyap di Cilacap, 13 orang—termasuk pimpinan daerah, sekretaris daerah, hingga jajaran direktur rumah sakit—digiring langsung ke Jakarta untuk pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

Bupati Syamsul diduga tidak bekerja sendiri.

Ia memerintahkan Sekda Sadmoko Danardono sebagai koordinator utama, yang kemudian dibantu oleh "trio asisten" daerah untuk memastikan setiap unit kerja menyetorkan "upeti" sesuai target total Rp750 juta.

Daftar Lengkap 13 Pejabat yang Digiring ke Jakarta

Tersangka Utama (Langsung Ditahan):

  1. Syamsul Auliya Rachman – Bupati Cilacap (Inisiator 'Pajak THR').
  2. Sadmoko Danardono – Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap (Koordinator Lapangan).
  3. Sumbowo – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra.
  4. Ferry Adhi Dharma (FER) – Asisten II Bidang Ekonomi (Penyimpan Barang Bukti).
  5. Budi Santoso – Asisten III Bidang Administrasi Umum.
  6. Hasanudin – Plt Direktur RSUD Cilacap
  7. Rochman – Kepala Satpol PP Cilacap
  8. Wahyu – Kepala Dinas PUPR
  9. Sigit – Kepala Dinas Pertanian
  10. Paiman – Kepala Dinas Pendidikan 
  11. Bambang – Kepala Dinas PSDA
  12. Rosalina – Kepala Bidang Tata Ruang
  13. Wahyu Indra – Kepala Bidang Irigasi.

Mekanisme 'Nego' Target: Dari Dinas Hingga Puskesmas

OTT BUPATI CILACAP - Bupati Cilacap Jawa Tengah, Syamsul Auliya Rachman menambah panjang daftar kepala daerah baik gubernur maupun bupati/wali kota di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang tersandung kasus korupsi. Syamsul Auliya Rachman terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (13/3/2026).
OTT BUPATI CILACAP - Bupati Cilacap Jawa Tengah, Syamsul Auliya Rachman menambah panjang daftar kepala daerah baik gubernur maupun bupati/wali kota di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang tersandung kasus korupsi. Syamsul Auliya Rachman terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (13/3/2026). (Tribunnews.com/Dok. Pemkab Cilacap)

Modus yang dijalankan terbilang berani. Awalnya, setiap perangkat daerah dipatok menyetor antara Rp75 juta hingga Rp100 juta.

Namun, KPK menemukan adanya ruang "negosiasi" bagi instansi yang merasa keberatan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas