Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

98 Resolution Network Nilai Pemerintahan Prabowo Terbuka terhadap Kritik, Stabilitas Jadi Prioritas

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terbuka terhadap kritik. Berbagai kalangan yang berbeda pandangan kerap diajak dialog.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 98 Resolution Network Nilai Pemerintahan Prabowo Terbuka terhadap Kritik, Stabilitas Jadi Prioritas
BPMI Setpres/Cahyo
PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026. Eks aktivis 1998, Haris Rusly Moti menilai pemerintahan Prabowo terbuka terhadap kritik. 

Haris membandingkan sejumlah program kerakyatan yang telah berjalan cukup lama juga masih perlu diperbaiki.

Program seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), bansos beras, subsidi pupuk, gas, solar subsidi, dan sebagainya, dinilai masih terjadi penyimpangan tata kelola maupun penyalahgunaan anggaran.

Sehingga, program-program tersebut terus membutuhkan perbaikan tata kelolanya hingga hari saat ini. 

“Apalagi program yang baru dirintis oleh Presiden Prabowo, dan baru berjalan satu tahun lebih, tentu kita akui belum sempurna dalam pelaksanaannya, masih membutuhkan perbaikan pada level tata kelola," ungkapnya.

Soroti Situasi Geopolitik

Lebih lanjut, Haris juga memberi sorotan mengenai situasi geopolitik yang berdampak pada banyak negara di dunia, terutama urusan energi.

Sementara di Indonesia, Haris menyebut masyarakat perlu bersyukur lantaran pemerintah masih mampu memastikan pasokan energi yang stabil dan terjangkau.

"Memang terjadi beberapa titik kelangkaan gas elpiji, namun telah berhasil diatasi. Pemerintah melalui Menteri Keuangan bahkan memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi hingga akhir tahun," ujar Haris.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kita bisa bayangkan jika terjadi kelangkaan BBM seperti yang terjadi di sejumlah negara, maka dampaknya bisa menghambat distribusi pangan, sembako, dll. Kelaparan bisa menimpa rakyat kita."

"Mereka yang menentang pemerintah juga pasti terdampak jika terjadi krisis energi dan krisis pangan, anak-anak dan keluarga kita juga terkena dampak. Kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar malapetaka seperti itu tidak terjadi pada bangsa kita," harap Haris.

Baca juga: Fadli Zon Bilang yang Ingin Harga BBM Naik Mazhabnya Kapitalis

Prakiraan Prabowo Tepat

Haris juga menilai Prabowo di awal pemerintahannya telah memperkirakan akan terjadi guncangan geopolitik yang berdampak pada kelangkaan energi dan pangan.

Oleh karena itu, sejumlah kebijakan dibuat untuk menjaga bangsa kita terhindar dari krisis energi dan krisis pangan. 

“Bahkan sebelum meledak perang Iran versus Israel-Amerika, Presiden Prabowo telah menginstruksikan mempercepat program swasembada pangan."

"Kita saat ini bisa berdiri tegak tanpa kekuatiran kelangkaan beras, itu juga karena keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program swasembada pangan," ungkapnya.

Persatuan Diperlukan

Lebih lanjut, Haris menegaskan persatuan dan stabilitas diperlukan dalam menghadapi situasi seperti ini.

“Stabilitas jangan dipersepsikan semata soal politik dan keamanan semata. Kita bisa bayangkan, jika situasi ekonomi tidak stabil, harga-harga kebutuhan tidak terkendali, maka banyak pabrik bisa tutup dan terjadi PHK yang merugikan buruh."

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas