Ketua BEM UI Jelaskan Alasan Tak Ikut Demo Hari Ini: Masih Evaluasi Gerakan
Gelombang Reformasi Jilid II warnai Jakarta, Senin (15/6). Mahasiswa demo soal ekonomi, BBM, dan tata kelola pemerintahan.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi menggelar aksi Reformasi Jilid II di Jakarta, Senin (15/6).
- Empat titik aksi digelar, soroti krisis ekonomi, harga kebutuhan pokok, dan kebijakan pemerintah. BEM UI tidak turun, namun tetap mendukung gerakan.
- Polisi siagakan 6.675 personel gabungan
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin (15/6/2026).
Aksi yang dikenal sebagai Reformasi Jilid II tersebut merupakan gelombang demonstrasi yang digalang berbagai aliansi mahasiswa akibat akumulasi kekecewaan publik terhadap tekanan ekonomi, lonjakan harga kebutuhan pokok, hingga pelemahan nilai tukar rupiah.
Gerakan ini mencuat dan menjadi perbincangan luas di media sosial sejak awal Juni 2026.
Sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil kemudian menyatukan langkah untuk menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peserta aksi berasal dari berbagai elemen, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK), Aliansi Perisai dan Cipayung Jakarta Barat, PC PMII Jakarta Barat, GMNI Jakarta Barat, FAM UI, HMI Esa Unggul, BEM Trisakti, hingga BEM Seluruh Indonesia Provinsi Jambi.
Namun, di tengah gelombang aksi yang berlangsung hari ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dipastikan tidak ikut turun ke jalan.
Ketua BEM UI, Yatalathof Mashum Imawan mengatakan pihaknya masih melakukan evaluasi pascaaksi yang digelar pada Jumat (12/6/2026) lalu.
"Kita belum turun dikarenakan kita masih dalam tahap evaluasi dan membangun kembali gerakan," ujar Athof, pada Senin (15/6/2026).
Meski tidak ikut dalam demonstrasi hari ini, BEM UI menegaskan tetap memberikan dukungan terhadap gerakan mahasiswa yang berlangsung di sejumlah titik Jakarta.
Menurut Athof, kondisi Indonesia saat ini memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.
"Dari BEM UI mendukung semua gerakan moral untuk protes dikarenakan kondisi Indonesia saat ini yang menuju bangkrut," tegasnya.
Empat Titik Aksi di Jakarta Pusat
Berdasarkan informasi dari Polres Metro Jakarta Pusat, terdapat empat aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Senin (15/6/2026).
Demonstrasi pertama digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan atau Silang Selatan Monas, Gambir.
"Rencana unjuk rasa pukul 09.00 WIB," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri.
Aksi kedua berlangsung di lokasi yang sama pada pukul 10.00 WIB dan diikuti Aliansi Perisai, Cipayung Jakarta Barat, PC PMII Jakarta Barat, GMNI Jakarta Barat, FMN, APWKS, AGRA, SPP, FAM UI, HMI Esa Unggul, serta BEM Trisakti.