Intip Meriam Otomatis Kapal Perang Inggris HMS Tamar, Mampu Lepas 200 Amunisi per Menit
Dari geladak depan kapal perang HMS Tamar, sebuah meriam otomatis 30 mm mencuri perhatian. Senjata ini mampu melepaskan 200 amunisi per menit.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Acos Abdul Qodir
Kru HMS Tamar juga dilengkapi dua pucuk Heavy Machine Gun (HMG) atau senjata mesin berat berkaliber 12,7 mm.
Selain itu, sejumlah personel membawa pistol Glock 17 yang digunakan untuk menghadapi ancaman seperti aksi perompakan atau pembajakan di laut.
Misi HMS Tamar di Indo-Pasifik
HMS Tamar memiliki tiga tugas utama selama penugasannya di kawasan Indo-Pasifik.
Pertama, operasi keamanan maritim untuk menangkal penyelundupan narkoba, perdagangan orang, dan penangkapan ikan ilegal.
Kedua, penanganan bencana serta operasi bantuan kemanusiaan.
Ketiga, mendukung diplomasi pertahanan Inggris di kawasan.
Kapal ini juga dikenal sebagai salah satu armada Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang dilengkapi sistem penyaring emisi khusus yang diklaim mampu memangkas emisi diesel hingga 90 persen.
Baca juga: Anggaran Alutsista 2027 Naik Tajam, Purbaya Pastikan Subsidi BBM dan MBG Aman
Komandan HMS Tamar, Commander Tom Lindsey, mengatakan kunjungan kapal tersebut ke Jakarta tidak hanya menjadi persinggahan rutin.
"Kunjungan ini bukan sekadar persinggahan kapal, tetapi juga kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih erat, saling memahami budaya masing-masing, serta semakin memperkuat kemitraan antara Inggris dan Indonesia," ujar Tom.
Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menyebut kehadiran HMS Tamar menunjukkan komitmen kerja sama kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.
"Melalui kerja sama profesional dan keterlibatan dengan masyarakat, kita terus memperkuat hubungan yang melampaui bidang pertahanan dan keamanan, sekaligus membangun persahabatan yang langgeng antara kedua negara. Diplomasi, Kolaborasi, Prestasi," ujar Jermey.
Kunjungan HMS Tamar ke Jakarta memberi gambaran langsung mengenai salah satu sistem persenjataan utama yang dioperasikan kapal patroli Angkatan Laut Kerajaan Inggris di kawasan Indo-Pasifik. Meriam otomatis 30 mm yang mampu melepaskan 200 amunisi per menit menjadi salah satu teknologi yang paling menyita perhatian selama tur kapal berlangsung.