Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Utang AS Ratusan Ribu Triliun Bikin Resah, Ekonom: Pemerintah Indonesia Perlu Belajar dari Paman Sam

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mewaspadai potensi gagal bayar utangnya yang mencapai 28,4 triliun dolar AS.

Utang AS Ratusan Ribu Triliun Bikin Resah, Ekonom: Pemerintah Indonesia Perlu Belajar dari Paman Sam
IST/FB
Ekonom Bhima Yudhistira 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mewaspadai potensi gagal bayar utangnya yang mencapai 28,4 triliun dolar AS. Bila dikonversi menjadi Rupiah, nilai tersebut setara dengan Rp405 ribu triliun (asumsi kurs dolar AS: Rp14.276).

Konsekuensi besar jika mereka gagal meloloskan plafon atau batas utang sebelum 18 Oktober 2021, diprediksi bakal terjadi bencana ekonomi di negara tersebut dan berdampak terhadap global.

Lalu bagaimana nasib utang Indonesia sekarang ini?

Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira mengatakan, utang Indonesia saat ini sebenarnya cukup berisiko.

Sebelum adanya pandemi, beban bunga utang saja sudah mencapai 19 persen dari total penerimaan pajak.

Bahkan, angkanya juga terus naik. Kemudian Debt To Service Ratio yang mengukur kemampuan bayar utang juga masih punya risiko melebar.

Baca juga: Gagal Bayar Utang Sudah di Depan Mata, AS Terancam Resesi, Janet Yellen: Waktunya 2 Pekan Lagi

“Tahun 2022, yang jelas ada kenaikan inflasi, ada fluktuasi kurs rupiah hingga tren kenaikan suku bunga. Tiga faktor itu bisa menambah beban utang sehingga rasio utangnya makin mendekati 60 persen dalam 2-3 tahun kedepan,” ucap Bhima saat dihubungi Tribunnews belum lama ini.

Baca juga: Peringatan Ekonom: Bunga Utang Indonesia Sudah di Ambang Bahaya

“Kalau debt ceiling-nya tembus 60 persen, maka nanti khawatirnya akan ada usulan untuk revisi UU Keuangan Negara 2003, memperlebar batas rasio utang yang diperbolehkan. Itu tanda fiskal kita sakit,” sambungnya.

Bhima kembali mengatakan, dengan adanya kasus yang dialami oleh Amerika Serikat terkait potensi gagal bayar, Pemerintah harus menjadikan kasus tersebut sebagai pembelajaran.

Baca juga: AS Terancam Gagal Bayar Utang Senilai Rp 400 Ribu Triliun, Apa Dampaknya untuk RI?

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas