Tribun

Chainalysis: Kerugian Investor Kripto Akibat Aksi Peretasan Melonjak Hingga 60 Persen

Kapitalisasi pasar cryptocurrency pada pekan lalu ambles oleh aksi peretasan.

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Chainalysis: Kerugian Investor Kripto Akibat Aksi Peretasan Melonjak Hingga 60 Persen
Shutterstock
Aksi peretasan cryptocurrency kini tengah melonjak drastis, hingga membuat para investor Bitcoin merugi lebih dari 60 persen atau sekitar 1,9 miliar dolar AS. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK -  Perusahaan analisis blockchain Chainalysis menyebutkan, aksi peretasan cryptocurrency kini tengah melonjak drastis, hingga membuat para investor Bitcoin merugi lebih dari 60 persen atau sekitar 1,9 miliar dolar AS, terhitung sejak Januari hingga Juli 2022.

Menurut hasil laporan yang dirilis Chainalysis pada Selasa (16/8/2022), pembengkakan kerugian ini terjadi setelah para peretas ramai melakukan pembobolan pada beberapa protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Salah satunya di aplikasi blockchain Ethereum.

"Protokol DeFi secara unik rentan terhadap peretasan,kode yang mudah diakses membuat penjahat dunia maya dengan mudah melakukan eksploitasi dengan cepat yang tentunya menyimpang dalam praktik terbaik keamanan," kata Chainalysis dalam blog.

Chainalysis memperkirakan bahwa sejauh ini, kelompok yang berafiliasi dengan Korea Utara yang menjadi dalang utama dibalik aksi pembobolan cryptocurrency selama beberapa bulan terakhir.

Belum diketahui berapa jumlah aset kripto yang berhasil di gasak para peretas tersebut, namun menurut data dari Reuters Lazarus Group telah mencuri aset kripto lebih dari 1 miliar dolar AS selama dua kuartal di tahun 2022.

Baca juga: Peretas Curi 29 NFT Moonbirds Senilai 1,5 Juta Dolar AS

Meningkatnya peretasan kripto lantas membuat kapitalisasi pasar cryptocurrency pada pekan lalu ambles, menurut pantauan CoinGecko seluruh mata uang kripto telah jatuh lebih dari 50 persen menjadi 1,1 triliun dolar AS.

Merosot drastis dari kapitalisme di awal tahun dimana saat itu volume pasar kripto dipatok 2,35 triliun dolar AS.

Selain peretasan, adanya aksi penipuan yang menawarkan koin atau token kripto palsu pada para investor kripto juga menjadi faktor pendukung melonjaknya kerugian investor pada kepemilikan aset digital.

Baca juga: FBI: Sekali Beraksi Peretas Korea Utara Curi Lebih dari 600 Juta Dolar Amerika dalam Kriptokurensi

Dalam satu tahun terakhir setidaknya sudah ada 244 investor kripto yang terjerat kasus penipuan hingga mereka merugi  42,7 juta dolar AS.

Namun imbas dari adanya bear market yang menimpa pasar kripto selama beberapa bulan belakangan, kini aksi penipuan kripto perlahan mulai mengalami penyusutan. 

Baca juga: Peretas Rusia, Killnet Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Siber di Lituania

Sehubungan dengan penipuan kripto, perusahaan intelijen blockchain mencatat bahwa penipuan kripto pada bulan Juli menurun tajam hingga mencapai 65 persen.

“Penipuan menurun terutama karena penurunan kripto, tetapi juga karena banyak penegakan hukum yang menang melawan scammer dan solusi produk yang dapat digunakan bursa untuk melawan penipuan,” kata Kim Grauer, direktur penelitian Chainalysis.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas