Tribun Otomotif

Bukan di Indonesia, BYD Bangun Pabrik Mobil Listrik di Thailand, Ini Alasannya

BYD menggambarkan Thailand sebagai pasar mobil listrik terbesar di ASEAN dan pusat manufaktur mobil listrik di Asia Tenggara

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Bukan di Indonesia, BYD Bangun Pabrik Mobil Listrik di Thailand, Ini Alasannya
Yicai Global
Aktivitas perakitan modul baterai untuk kendaraan listrik BYD. BYD Automobile, memilih Thailand sebagai pusat perakitan mobil listrik untuk pasar Asia Tenggara hingga Eropa. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – Produsen mobil listrik terbesar di China, BYD Automobile, memilih Thailand sebagai pusat perakitan mobil listrik yang akan ditingkatkan penetrasi pasarnya di Asia Tenggara. 

Dikutip dari Inside EV, Rabu (14/9/2022) BYD telah resmi telah menandatangani kontrak dengan WHA Corporation Public Company Limited untuk pembelian lahan seluas 96 hektar untuk lokasi pabrik perakitan mobil listrik BYD di Thailand.

Pabrik tersebut akan didirikan di Kawasan Industri WHA Rayong 36.

BYD menggambarkan Thailand sebagai pasar mobil listrik terbesar di ASEAN dan pusat manufaktur mobil listrik di Asia Tenggara, dengan ambisi penggunaan EV yang kuat.

Pabrik BYD di Thailand diharapkan mulai beroperasi pada 2024 dengan kapasitas produksi tahunan sekitar 150.000 unit EV.

Nantinya mobil listrik yang diproduksi di pabrik ini akan dipasarkan di Thailand dan diekspor ke negara-negara tetangga ASEAN seperti Indonesia, serta pasar Eropa.

“Pembukaan pabrik kendaraan listrik baru di WHA Industrial Park menandai langkah besar menuju ekspansi global BYD," kata Liu Xueliang, Manajer Umum Divisi Penjualan Mobil Asia-Pasifik BYD.

Dia menegaskan, Thailand memiliki basis yang kuat di industri otomotif dengan kemampuan manufaktur kelas satu sehingga memantapkan keputusan BYD memilih untuk membangun pabrik di Thailand.

Baca juga: BYD Incar Jual 4 Juta Mobil Listrik Plug-In di 2023

"Kami berharap masyarakat Thailand dapat memperoleh lebih banyak akses untuk menikmati transportasi hijau dan kehidupan yang ramah lingkungan," ujar Liu Xueliang.

Awal tahun ini, BYD juga telah menjalin kemitraan dengan RÊVER, yang akan beroperasi sebagai distributor lokal mobil plug-in BYD di Thailand.

Target penjualan untuk tahun pertama operasi ditetapkan lebih dari 10.000 unit.

Baca juga: Bidik Pasar ASEAN, Pabrik Baterai BYD Bangun Fasilitas Manufaktur Kendaraan Listrik di Thailand

Menurut CnEVPost, Pemerintah Thailand berencana untuk meningkatkan pangsa EV sebesar 30 persen pada tahun 2030.

Bahkan sebelum pabrik baru di Thailand siap berproduksi, BYD sudah akan meningkatkan penjualan mobil listrik plug-in secara global menjadi 4 juta unit pada 2023.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas