Melalui CupBack Project, Scentplus Ecocycle Initiative Konsisten Selamatkan Cup Plastik Sekali Pakai
Dari pengumpulan terbaru di beberapa kafe, sebanyak 15,7 kg cup plastik berhasil diselamatkan.
TRIBUNNEWS.COM - Upaya mengurangi limbah plastik sekali pakai terus dilakukan oleh ScentPlus Foundation melalui Scentplus Ecocycle Inisiative.
Dalam beberapa bulan terakhir, mereka konsisten menjalankan CupBack Project, sebuah gerakan pengumpulan dan pengolahan cup plastik sekali pakai dari coffee shop lokal agar tidak berakhir mencemari lingkungan.
Cup plastik dari kedai kopi menjadi salah satu jenis sampah yang kerap terabaikan. Padahal, sebagian besar masih memiliki potensi untuk diproses kembali.
Sayangnya, belum banyak sistem pengumpulan yang jelas sehingga cup cup tersebut akhirnya bercampur dengan sampah lain, memenuhi tempat pembuangan akhir, bahkan mencemari ekosistem hayati. CupBack hadir untuk menjawab persoalan tersebut dengan pendekatan langsung dari sumbernya.
Tim Scentplus Ecocycle Inisiative turun langsung ke lapangan. Mereka mendatangi satu coffee shop ke coffee shop lain untuk mengumpulkan cup plastik yang masih bisa diselamatkan.
Cup yang terkumpul kemudian dibawa ke basecamp internal untuk dipilah berdasarkan jenis plastik, mulai dari PP, HDPE, hingga PET.
Setelah proses pemilahan, cup dicuci dalam waktu sekitar tujuh menit hingga siap diolah menjadi material baru.
Hasil dari proses tersebut mulai terlihat. Dari pengumpulan terbaru di beberapa kafe, sebanyak 15,7 kg cup plastik berhasil diselamatkan.
Jumlah itu setara dengan ratusan cup per outlet dan menjadi gambaran bahwa dampak nyata bisa tercapai ketika upaya dilakukan secara konsisten dan bersama sama.
Perwakilan Scentplus Ecocycle Inisiative menjelaskan bahwa pendekatan ini sengaja dibuat sederhana namun terukur.
Ia menegaskan bahwa CupBack hadir sebagai komitmen jangka panjang Scentplus yang ingin membangun ekosistem pengelolaan sampah yang realistis dan berkelanjutan.
“Cup (plastik) bisa hidup sampai 700 tahun di bumi, tapi di tangan kami hanya butuh tujuh menit untuk memberi masa depan baru pada material ini,” dikutip dari rilis resmi, Jumat (12/12/2025).
Ia juga menekankan bahwa seluruh proses dijalankan secara mandiri oleh tim internal. Tidak ada vendor luar maupun aksi simbolis.
Semua tahapan terdokumentasi dengan rapi, mulai dari pengangkutan, pemilahan manual, hingga proses pencucian cup sebagai bentuk transparansi kepada publik.
“Kami tidak sedang berjualan, melainkan sedang memperbaiki rantai konsumsi," tambahnya.
Melalui publikasi ini, ScentPlus Foundation berharap masyarakat dapat melihat perjalanan CupBack secara utuh, tidak hanya menilai dari hasil akhirnya.
Mereka juga membuka ruang kolaborasi dengan publik, coffee shop, dan komunitas perkotaan untuk bersama-sama mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar.
“Media memiliki peran penting dalam membantu publik memahami proses ini apa adanya. CupBack adalah perjalanan panjang, dan kami ingin mempertanggungjawabkannya secara transparan,” tutup rilis tersebut.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.