Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemilu, Cara Rakyat Menghukum Aktor Politik Pelanggar HAM

SETARA Institute mengimbau pemilih terkait pemajuan HAM (Hak Asasi Manusia) menjelang pemilu 9 April 2014.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - SETARA Institute mengimbau pemilih terkait pemajuan HAM (Hak Asasi Manusia) menjelang pemilu 9 April 2014. Ketua SETARA Institute Hendardi mengatakan pemilu merupakan cara rakyat untuk menghukum secara politik aktor-aktor politik yang melakukan kejahatan di masa lalu tetapi tidak tersentuh oleh hukum.

"Karena itu Pemilu 2014 harus menjadi arena pengadilan politik bagi mereka," kata Hendardi melalui pesan singkat, Senin (7/4/2014).

Salah satu caranya, kata Hendardi, dengan cara tidak memilih partai yang mengusung capres bermasalah, baik bermasalah dengan HAM, korupsi, juga intoleransi.

" Jangan beri kesempatan partai-partai yang dikendalikan tokoh-tokoh bermasalah menembus presidential treshold dengan memperoleh 20% suara nasional atau 25% kursi DPR," katanya.

Hendardi mengatakan hal itu adalah cara untuk membendung orang-orang bermasalah memimpin negara-bangsa. Satu cara sederhana adalah dengan cara tidak memilih partai yang bermasalah.

"HAM adalah nafas bernegara. Bahkan elemen HAM sejajar dengan cita-cita pencapaian kesejahteraan," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengatakan HAM juga penggenap kesempurnaan konsepsi demokrasi konstitusional Indonesia. "Maka sudah seharusnya aspek HAM menjadi salah satu pertimbangan rakyat dalam memilih partai politik pada Pemilu 9 April 2014," pungkasnya.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas