Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Inilah Para Pemenang Final Nasional Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019

Para peserta final ini mewakili kategori Non-Eksakta serta dua mahasiswa lainnya yang mewakili kategori Eksakta di final nasional Writing Competition

Inilah Para Pemenang Final Nasional Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019
HO/Djarum Foundation
Para finalis dan pemenang final nasional Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019 yang dihelat Djarum Foundation. 

“Waktu saya duduk di ballroom tempat kami semua berkompetisi, saya cuma duduk di setengah kursi. Terus saya dengar nama saya dipanggil pertama kali untuk tampil. Pointer presentasinya sempat mati lalu saya blank, saya sempat bingung berapa detik dan cuma terdengar suara gemetar. Untung saat closing, saya bisa menyelesaikan dengan baik. Juga saat diskusi saya benar-benar menjawab pertanyaan yang adalah hal yang sudah saya pelajari di kampus yakni mata kuliah sampah itu sendiri,” kata Tera.

Langkah selanjutnya, Tera bersama dosen pembinanya berniat untuk mewujudkan inovasi aplikasi SAMPAHQU ini ke tingkat pemerintah daerah.

Dua mahasiswi yang menduduki juara kedua dan ketiga, masing-masing adalah Widya Wijaya Kusuma Putri dari Universitas Surabaya dan Lidya Ametha Karina dari Universitas Sumatera Utara.

Presentasi 20 Menit

Para peserta Writing Competition tersebut, Djarum Foundation dibantu pakar, akademisi, praktisi komunikasi hingga pelaku bisnis untuk menjadi dewan juri.

Tahun ini, format Dewan Juri Nasional berisikan nama-nama yaitu Prof. Ir. Jamasri, Ph.D (Dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada), Indra Bigwanto (Co-Founder Opini.id), serta Uni Lubis (Pemimpin Redaksi IDN Times).

Di hadapan para dewan juri, setiap peserta diberikan waktu selama 20 menit untuk mempresentasikan ide atau gagasan mereka.

Setelah itu, dewan juri diberikan waktu 20 menit untuk melakukan sesi tanya jawab kepada peserta.

Tak sampai di sana, sesi tanya jawab selama 20 menit juga diberikan kepada peserta lain yang ingin menggali lebih dalam tentang gagasan atau ide yang dipresentasikan.

“Presentasi diharapkan bisa menjadi gambaran kualitas berfikir kreatif, inovatif dan obyektif para Beswan Djarum, dalam mengasah kepekaan dan merespon berbagai permasalahan yang ada di masyarakat di sekitar mereka. Presentasi juga diharapkan dapat menggambarkan bagaimana Beswan Djarum mampu menganalisa permasalahan, mencari pemecahan masalah secara kreatif dengan menggunakan ilmu yang mereka pelajari serta mengumpulkan informasi dari jurnal ilmiah, artikel dan literature sebagai referensi sehingga gagasan / ide-ide nya mampu dipertanggung-jawabkan,” jelas Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H Serad.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas