Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemerintah Diminta Satu Suara Terkait Rencana Datangkan Rektor Asing

Moeldoko mengatakan, tujuan mendatangkan rektor asing yaitu untuk membangun iklim kompetitif di setiap perguruan tinggi di Indonesia.

Pemerintah Diminta Satu Suara Terkait Rencana Datangkan Rektor Asing
ist
Hikmahanto Juwana 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah diminta satu suara terkait wacana mendatangkan mendatangkan rektor dari luar negeri sebelum menyampaikannya ke publik dan direalisasikan.

Jika pemerintah sendiri belum satu suara, Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai, hal tersebut akan menunjukan Pemerintah belum siap dengan kebijakan mendatangkan rektor asing

"Jika setiap pejabat mempunyai suaranya sendiri hal ini menandakan pemerintah sebenarnya belum siap dengan kebijakan mendatangkan rektor asal luar negeri meski menurut Menristekdikti hal ini sudah diungkap oleh Presiden pada tahun 2016 lalu," ujar Guru Besar Hukum Internasional UI ini kepad Tribunnews.com, Minggu (11/8/2019).

Karena kini terjadi perbedaan di antara pejabat negara yang mewakili pemerintah.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, tujuan mendatangkan rektor asing yaitu untuk membangun iklim kompetitif di setiap perguruan tinggi di Indonesia.

Hal ini, menurut Hikmahanto, sangat berbeda dengan yang disampaikan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir.

Menurut mereka, Presiden ingin mendatangkan Rektor dari luar negeri untuk meningkaktkan peringkat universitas negeri di Indonesia menjadi 100 besar dunia.

Lebih berbeda lagi, ketika Moeldoko menyampaikan bahwa mendatangkan rektor asing akan dilakukan pada Universitas Swasta.  

Baca: Pembagian Daging Kurban di Tangerang Kini Gunakan Wadah Besek Bambu

"Menjadi pertanyaan bukankan Presiden menghendaki agar Universitas Negeri yang masuk 100 besar dunia?" tegasnya mempertanyakan.

Baca: Konsumsi Daging Kambing, Imbangi dengan Sayur dan Buah-buahan

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas