Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Hadapi Pandemi, Pembelajaran Matematika Perlu Dikemas Secara Menarik

Belajar matematika secara daring harus dirancang untuk memastikan kemampuan berpikir anak. 

Hadapi Pandemi, Pembelajaran Matematika Perlu Dikemas Secara Menarik
freepik
Cara meningkatkan kemampuan matematika anak 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 memberikan kendala tersendiri dalam pembelajaran matematika

Presiden Direktur Shinkenjuku, Keiko Toyoizumi mengatakan, belajar matematika secara daring harus dirancang untuk memastikan kemampuan berpikir anak. 

"Melalui siklus wawancara kemudian pembelajaran atau praktik dan berlanjut ke diagnosis kemampuan, kami akan memberikan bimbingan sambil mengamati setiap anak," kata Keiko melalui keterangan tertulis, Jumat (4/12/2020).

Menurutnya, belajar secara daring melatih kemampuan problem solving serta meningkatkan kemandirian anak.

Baca juga: Bantu Tingkatkan Kemampuan Matematika Anak dengan Cara Seru dan Menyenangkan Ini, Yuk Dicoba

Selain itu anak juga bisa belajar dari mana saja dan tidak mengurangi keseruan dalam belajar matematika

Keiko mengatakan Shinkenjuku sebagai bimbingan belajar matematika khusus sekolah dasar secara daring ini menekankan pada pemahaman konsep.

"Kami berpegang teguh pada komitmen membantu pendidikan anak-anak Indonesia. Mengubah proses pembelajarannya yang tadinya tatap-muka menjadi servis layanan baru yang diberi nama Shinkenjuku Online," ujar Keiko.

Shinkenjuku Online, menurut Keiko, mengajak anak mengasah literasi matematika menggunakan modul belajar berisikan karakter-karakter menarik.

"Sistem belajar itu menemani anak-anak memahami konsep-konsep matematika dalam bentuk cerita," tutur Keiko.

Pembelajaran interaktif dilaksanakan secara online melalui aplikasi dan komunikasi seperti Google Meet, Zoom dan WhatsApp. Sistem belajar dipandu oleh para fasilitator dalam kelompok kecil maksimal 3 anak (semi-private dan private) dengan durasi waktu sesuai daya konsentrasi anak dan usianya.

"Sehingga mengasah kemampuan menilai situasi, berkolaborasi dengan teman-teman lain dari seluruh Indonesia. dan mengekspresikan pemikiran dalam kelas besar seperti di sekolah," pungkas Keiko.

Shinkenjuku Online juga memberikan layanan Interactive Challenge Session (ICS) yang memberikan kesempatan pada anak untuk menggunakan ilmu yang dimiliki.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas