Tribun

Materi Sekolah

Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia: HIV, Sifilis, hingga Keputihan, serta Upaya Pencegahannya

Mengenal macam-macam penyakit pada sistem reproduksi manusia: mulai dari HIV, keputihan, raja sing, hingga epiddimitis

Penulis: Faishal Arkan
Editor: Daryono
Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia: HIV, Sifilis, hingga Keputihan, serta Upaya Pencegahannya
www.freepik.com
Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia: HIV, Sifilis, hingga Keputihan 

Keputihan yaitu penyakit kelamin yang terjadi pada perempuan dengan ciri-ciri terdapat cairan berwarna putih kekuningan atau putih keabu-abuan pada bagian vagina.

Cairan tersebut bersifat encer atau kental, berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan rasa gatal pada vagina.

Penyakit ini dapat diakibatkan oleh infeksi jamur Candida albicans, bakteri, virus dan parasit.

Penyakit ini dapat terjadi apabila kebersihan bagian vagina dan sekitarnya kurang dijaga dengan baik.

6. Epididimitis

Penyakit ini terjadi pada laki-laki.

Epididimitis adalah peradangan pada saluran epididimis yang disebabkan oleh infeksi atau terkena penyakit menular seksual.

Penyakit ini ditandai dengan rasa nyeri disertai pembengkakan pada salah satu testis. Salah satu penyebab terjadinya penyakit ini adalah pergaulan bebas.

Upaya Pencegahan

Sistem reproduksi pada manusia harus dijaga sebaik-baiknya.

Selain untuk kesehatan, hal ini dilakukan sebagai salah satu cara kita mengagungkan ciptaan Tuhan.

Berikut cara untuk mencegah penyakit pada reproduksi manusia:

1. Menggunakan celana dalam yang berbahan katun dan bertekstur lembut

Hindari bahan yang bersifat panas, kurang menyerap keringat dan berbahan ketat (misalnya jeans).

2. Biasakan membilas dengan bersih organ reproduksi setiap selesai buang air kecil maupun buang air besar

Selanjutnya, keringkan sisa air yang masih menempel di kulit dengan menggunakan tisu atau handuk hingga benar-benar kering.

Ini akan dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi oleh jamur pada bagian organ reproduksi.

3. Mengganti celana dalam 2 – 3 kali sehari

4. Memotong rambut yang ada di daerah organ reproduksi apabila sudah panjang

Hal tersebut dikarenakan apabila terlalu panjang akan menjadi sarang kuman

5. Bagi perempuan, apabila sedang mengalami menstruasi, gantilah pembalut sesering mungkin

Pada saat aliran darah banyak, kamu dapat menggantinya minimal 2–3 jam sekali.

Darah yang tertampung pada pembalut dapat menjadi media tumbuhnya kuman penyebab infeksi.

6. Bagi perempuan, hindari menggunakan sabun pembersih daerah kewanitaan dan pantyliner secara terus-menerus

Penggunaan sabun pembersih daerah kewanitaan akan mengubah pH vagina dan akan membunuh bakteri baik (flora normal) dalam vagina, yang selanjutnya akan memicu tumbuhnya jamur.

Penggunaan pantyliner secara terus-menerus, dapat menyebabkan daerah kewanitaan menjadi lembap, sehingga memudahkan terjadinya infeksi bakteri dan jamur, menyebabkan munculnya jerawat di daerah kewanitaan, dan menyebabkan iritasi pada kulit.

7. Rajin berolahraga dan banyak mengonsumsi buah dan sayur

Selain bermanfaat bagi kesehatan, juga dapat mencegah terjadinya infeksi organ reproduksi oleh jamur.

Baca juga: Benarkan Timun Menyebabkan Keputihan? Simak Penjelasan Lengkap Dokter

(Tribunnews.com/Arkan)

Berita lainnya seputar materi sekolah

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas