Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 160: Uji Kompetensi
Kunci jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 10 halaman 160 berisi soal bentuk negara kesatuan. Siswa diminta membaca teks sebelum mengisi jawaban
Penulis:
Faisal Mohay
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Kunci jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 10 Kurikulum Merdeka halaman 160 disediakan sebagai bahan referensi sekaligus panduan belajar bagi siswa.
Tujuannya untuk membantu siswa memahami materi yang sedang dipelajari.
Dengan adanya kunci jawaban ini, siswa dapat membandingkan hasil pekerjaan mereka dengan jawaban yang benar, sehingga lebih mudah menemukan kesalahan dan memperbaikinya.
Sebelum melihat kunci jawaban, sangat dianjurkan agar siswa terlebih dahulu berusaha mengerjakan soal secara mandiri.
Pada buku Pendidikan Pancasila Kelas 10 halaman 160 Kurikulum Merdeka yang ditulis oleh Sri Cahyati, Siti Nurjanah, Ali Usman, dan diterbitkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2021, terdapat latihan yang berkaitan dengan materi Bab 3, yaitu Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional.
Pendidikan Pancasila Kelas 10 Halaman 160
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jawaban yang jelas dan benar!
1. Jelaskan alasan dan tujuan dari pemilihan kalimat bhinneka tunggal ika sebagai semboyan negara!
Jawaban:
Alasan: Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa, adat, dan budaya. Untuk menyatukan keberagaman tersebut diperlukan semboyan yang menekankan persatuan.
Tujuan: Menegaskan bahwa meskipun bangsa Indonesia berbeda-beda, tetap satu kesatuan yang utuh. Semboyan ini menjadi pedoman dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 118 Bab 5 Kurikulum Merdeka: I Gusti Ngurah Rai
2. Berikan contoh perilaku kalian di lingkungan sekolah dan masyarakat yang mencerminkan penerapan semboyan bhinneka tunggal ika!
Jawaban:
Di sekolah:
Menghargai teman yang berbeda agama dengan tidak mengganggu saat mereka beribadah.
Bekerja sama dalam kelompok belajar meskipun berasal dari latar belakang berbeda.
Di masyarakat:
Mengikuti kegiatan kerja bakti bersama warga tanpa membedakan suku atau agama.
Menghormati tradisi atau perayaan budaya masyarakat lain.
Baca tanpa iklan