Ramai-ramai Wujudkan Mimpi Tinggal di Rumah Sendiri
Kisah dua pasangan dari generasi milenial di Karanganyar berani ambil KPR demi rumah pertama. Dari cicilan UMR hingga mimpi yang akhirnya terwujud.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Bobby Wiratama
Bagi keduanya, angka itu bukan sekadar nominal cicilan. Itu adalah komitmen jangka panjang sekaligus pengingat, keberanian mengambil keputusan bisa membuka pintu pada kehidupan yang lebih tenang dan terarah.
Berhasil Wujudkan Mimpi
Tak jauh dari rumah Ryan dan Nanda, di deretan yang sama di Perumahan Taman Harmoni Jeruksawit, cerita serupa juga datang dari pasangan Abelian Jordi Wicaksono dan Lanny Latifah.
Sebagai pasangan muda sekaligus perantau, Abel dan Lanny pun menapaki jalan yang tak jauh berbeda: berjuang memiliki rumah pertama di kota tempat mereka menggantungkan harapan.
Lanny berasal dari Pati, sedangkan Abel dari Sragen. Kabupaten Karanganyar menjadi tempat mereka bekerja sekaligus menetap setelah menikah pada September 2022.
Sebelum memiliki rumah sendiri, mereka sempat berpindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain, menyesuaikan dengan kemampuan dan jarak ke tempat kerja.
Sebagai perantau, keinginan untuk memiliki hunian tetap terasa semakin kuat. Mereka ingin memiliki tempat pulang yang benar-benar bisa disebut milik sendiri, tanpa rasa sungkan atau khawatir masa sewa habis.
Namun seperti banyak pasangan muda lain, keinginan memiliki rumah sendiri tak serta-merta mudah diwujudkan. Dengan penghasilan yang berada di kisaran UMK Karanganyar, membeli rumah secara tunai jelas bukan pilihan realistis.
"Akhirnya, kami mengambil keputusan besar. Dengan kondisi finansial saat ini yang belum memungkinkan untuk cash, kami membeli rumah dengan cara KPR," kata Abel yang kini bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pada November 2023, mereka mulai aktif mencari informasi perumahan. Targetnya jelas: rumah subsidi yang harganya lebih terjangkau agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Pencarian itu berujung pada sebuah perumahan yang ditempati.
Keyakinan semakin mantap ketika mengetahui bank penyalur KPR yang memfasilitasi adalah BTN. "Selama ini yang kami tahu, BTN menjadi salah satu bank resmi penyalur pinjaman KPR subsidi. Jadi mindset-nya, kalau mau beli rumah secara KPR, ingatnya BTN," ujar Abel.
Tak hanya itu, suku bunga tetap 5 persen sepanjang tenor menjadi pertimbangan utama. Mereka memilih tenor 20 tahun dengan harapan cicilan terasa lebih ringan dan stabil.
Menurut Abel, proses pengajuan hingga akad kredit pun berlangsung cepat dan tidak berbelit-belit. Dalam waktu sekitar satu bulan, seluruh tahapan rampung.
Impian itu akhirnya terwujud pada Desember 2023. Dari sisa tabungan pernikahan, mereka membayar uang muka (down payment). Menjelang akhir tahun, akad KPR BTN subsidi resmi digelar dan mereka resmi tinggal di rumah sendiri.
Solusi Terbaik
Kisah Ryan dan Nanda serta Abel dan Lanny mencerminkan realitas yang banyak dialami pasangan muda: keberanian mengambil KPR demi memiliki rumah pertama lebih cepat, alih-alih menunggu hingga mampu membeli secara tunai.
Menanggapi fenomena tersebut, perencana keuangan, Ida Puspitarini W mengatakan, KPR memang menjadi langkah tepat sekaligus solusi realistis bagi generasi milenial. Menurutnya, kenaikan harga rumah dan tanah terjadi setiap tahun dan sulit dikendalikan, sehingga menunda pembelian justru berisiko membuat harga semakin tidak terjangkau.
Baca tanpa iklan