Ramai-ramai Wujudkan Mimpi Tinggal di Rumah Sendiri
Kisah dua pasangan dari generasi milenial di Karanganyar berani ambil KPR demi rumah pertama. Dari cicilan UMR hingga mimpi yang akhirnya terwujud.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS.COM - Pagi itu, aroma tanah basah sisa hujan deras semalam masih menempel di udara Perumahan Taman Harmoni Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Meski langit belum sepenuhnya terang, kesibukan sudah tampak di salah satu rumah berkelir abu-abu.
Berdiri di depan kompor, Nanda Lusiana terlihat sibuk di dapur. Uap tipis mengepul dari wajan berisi tumisan sederhana untuk bekal makan siang keluarganya. Tangannya cekatan mengaduk, sesekali melirik panci nasi yang hampir matang.
Di meja kecil dekat jendela, dua kotak makan telah tersusun rapi. Ia membaginya dengan porsi pas untuk suami dan dirinya yang sama-sama akan bekerja seharian.
"Kebetulan minggu ini kami sama-sama masuk kerja shift pagi," kata Nanda yang merupakan seorang pekerja media, kepada Tribunnews.com, Senin (23/2/2026).
Sementara sang suami, Ryan Hidayat yang bekerja di bidang retail, juga tak kalah sibuk. Ia bersiap di ruang depan, memastikan perlengkapan kerja telah masuk ke dalam tas.
Melihat sang istri kerepotan dengan persiapan pagi itu, ia membantu menutup kotak makan sebelum memasukkannya ke tas. Motor di teras sudah dipanaskan sejak beberapa menit lalu, suaranya berpadu dengan aktivitas warga lain yang juga bersiap berangkat kerja.
"Kalau sama-sama shift pagi begini memang harus lebih cepat," ujarnya.
Bagi pasangan yang menikah pada Juni 2024, rutinitas pagi yang padat bukanlah keluhan. Justru dari rumah sederhana seluas 60 meter persegi itulah, mereka merasa lebih tenang menjalani hari.
Setelah berbulan-bulan tinggal bersama orang tua Ryan di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, memiliki rumah sendiri menjadi pencapaian besar bagi Ryan dan Nanda yang dulu terasa jauh dari jangkauan.
"Sebelum menikah, kami memang sudah berkomitmen untuk cari rumah sendiri, hidup mandiri berdua," kata Ryan.
Rumah tipe sederhana itu memang tak luas, tetapi cukup menampung harapan mereka. Setiap sudut diisi dengan perabot yang masih layak pakai hingga tanaman kecil di teras yang dirawat saban pagi.
Di perumahan tersebut, kisah Nanda dan Ryan bukan satu-satunya. Banyak keluarga muda yang datang dengan latar belakang pekerjaan berbeda seperti buruh pabrik, karyawan swasta, pedagang, hingga pekerja informal, bersama-sama memulai babak baru kehidupan dari rumah-rumah tipe sederhana di kawasan tersebut.
Baca juga: Mudik Gratis BTN 2026 Sediakan Kuota 3.500 Orang, Cek Syarat dan Rute Perjalanannya
KPR Jadi Pilihan Realistis
Keputusan Ryan dan Nanda untuk memiliki tempat tinggal sendiri tak semata-mata soal gengsi. Ada pertimbangan jarak, waktu, dan energi yang setiap hari mereka rasakan.
Tinggal di rumah orang tua memang membuat mereka lebih hemat. Namun, perjalanan pulang-pergi yang panjang perlahan menguras tenaga.
Diketahui, Nanda bekerja di sebuah perusahaan media yang berlokasi di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Sementara Ryan bekerja di sebuah supermarket di Kecamatan Pabelan, Kabupaten Sukoharjo.
Baca tanpa iklan