Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ramai-ramai Wujudkan Mimpi Tinggal di Rumah Sendiri

Kisah dua pasangan dari generasi milenial di Karanganyar berani ambil KPR demi rumah pertama. Dari cicilan UMR hingga mimpi yang akhirnya terwujud.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sri Juliati
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Ramai-ramai Wujudkan Mimpi Tinggal di Rumah Sendiri
Istimewa/Nanda Lusiana
RUMAH SUBSIDI - Kawasan perumahan subsidi di wilayah Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Inilah kisah dua pasangan dari generasi milenial di Karanganyar berani ambil KPR demi rumah pertama. Dari cicilan UMR hingga mimpi yang akhirnya terwujud. 

"KPR itu merupakan solusi terbaik supaya segera mendapatkan rumah, karena peningkatan harga tanah memang tidak bisa kita tahan lagi. Setiap tahun bisa naik sekitar 10 persen. Kalau nggak pakai bantuan KPR, mau sampai kapan dapat rumahnya?" kata Ida, beberapa waktu lalu.

Ia menekankan, keputusan membeli rumah tetap harus direncanakan dengan matang menggunakan konsep SMART: spesifik (jelas rumah di mana dan tipe apa), measurable (harga terukur), achievable (sesuai kemampuan penghasilan), realistic (masuk akal), dan timely (memiliki target waktu yang jelas).

Secara sederhana, lanjut Ida, harga rumah idealnya tidak lebih dari lima kali penghasilan setahun. Misalnya, dengan gaji Rp5 juta per bulan atau Rp60 juta per tahun, maka harga rumah yang disarankan sekitar Rp300 juta agar tidak memberatkan kondisi keuangan.

Dalam persiapan KPR, ada beberapa komponen yang perlu diperhitungkan. Pertama, uang muka (DP) yang umumnya berkisar 20–30 persen. Kedua, biaya tambahan seperti administrasi, provisi, asuransi, notaris, hingga biaya pengikatan. Ketiga, memastikan angsuran bulanan tidak melebihi 30–35 persen dari penghasilan agar rasio utang tetap sehat.

Dalam memilih bank penyalur KPR, ia juga mengingatkan agar tidak hanya tergiur DP kecil. Fasilitas seperti pelunasan sebagian (partial prepayment), apalagi tanpa penalti, justru lebih penting karena memberi fleksibilitas ketika kondisi keuangan membaik.

Soal tenor 20 hingga 35 tahun, menurutnya, hal itu sah saja jika memang menjadi jalan untuk memiliki rumah pertama. Namun tetap disarankan memiliki komitmen melunasi lebih cepat ketika penghasilan meningkat agar beban utang tidak terlalu panjang.

"Intinya, KPR bisa menjadi jalan realistis bagi milenial untuk memiliki rumah, asalkan direncanakan matang, disiplin, dan rasio cicilannya tetap sehat," ujar Ida yang juga Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Rekomendasi Untuk Anda

Pandangan tersebut sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan. Minat pasangan muda terhadap rumah subsidi terus tumbuh, terutama di daerah penyangga kota-kota besar seperti Solo Raya. Skema KPR bersubsidi menjadi pintu masuk yang paling masuk akal bagi mereka yang ingin segera memiliki hunian tanpa harus menunggu tabungan terkumpul penuh.

Konsisten Layani Segmen MBR

JAGA KINERJA - Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, BTN berhasil menjaga pertumbuhan kinerja yang konsisten hingga menjelang akhir tahun 2025 seiring dengan penerapan strategi penyaluran kredit yang lebih terarah dan terstruktur, serta upaya peningkatan dana murah di tengah tren penurunan biaya dana (cost of fund).
JAGA KINERJA - Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, BTN berhasil menjaga pertumbuhan kinerja yang konsisten hingga menjelang akhir tahun 2025 seiring dengan penerapan strategi penyaluran kredit yang lebih terarah dan terstruktur, serta upaya peningkatan dana murah di tengah tren penurunan biaya dana (cost of fund). (Tribunnews.com/HO)

Sejalan dengan tingginya kebutuhan tersebut, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menegaskan posisinya sebagai bank utama pembiayaan rumah rakyat. 

Hingga 30 September 2025, BTN telah menyalurkan 142.749 unit KPR Sejahtera FLPP. Realisasi tersebut mencapai 64,89 persen dari target penyerapan kuota BTN sebesar 220.000 unit dan setara dengan 40,7 persen dari total kuota nasional 350.000 unit.

Dari total tersebut, sebanyak 99.441 unit disalurkan melalui BTN konvensional dan 43.308 unit melalui unit usaha syariah, dengan nilai pembiayaan mencapai Rp17,66 triliun dari total kuota Rp26,40 triliun.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, pencapaian ini mencerminkan mandat besar yang diemban BTN dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah layak huni.

Berdasarkan kajian BTN Housing Finance Center, kepemilikan rumah subsidi terbukti meningkatkan kualitas hidup, rasa bangga, serta kemampuan masyarakat dalam menata keuangan keluarga. Menariknya, 88,43 persen penerima KPR Subsidi BTN merupakan generasi milenial berusia 29–44 tahun, menunjukkan kuatnya kebutuhan dukungan pembiayaan bagi kelompok usia produktif.

Sebagai bank yang konsisten melayani segmen MBR selama lebih dari satu dekade, BTN juga memperluas akses pembiayaan bagi pekerja sektor informal, termasuk pedagang kecil, pekerja harian, hingga mitra pengemudi aplikasi.

Melalui kolaborasi dan inovasi skema pembayaran, BTN memastikan semakin banyak keluarga Indonesia dapat memperoleh hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan rumah. (*)

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas