Memahami Makna Puasa Ramadan Dari Sisi Batin, Belajar Dari Kaum Sufi
Kemeriahan dan kemegahan Ramadan juga ditandai dengan perintah puasa. Seluruh umat Islam diwajibkan berpuasa satu bulan
Tayang:
Editor:
Husein Sanusi
Tribunnews/JEPRIMA
Penari Sufi saat membuka event yang bertajuk 'Journey Of Istanbul 2016 di Plaza Atrium, Jakarta Pusat, Sabtu (11/6/2016). Acara ini akan berlangsung pada 11 Juni hingga 3 Juli 2016 dengan menampilkan akustik ramadan, bedug feat drum and art percussion, drama prince of persia dan showman Turkish Ice Cream. Tribunnews/Jeprima
Dia menjadi sifat setiap hamba. Puasa lahiriah ini sekadar menegakkan aspek-aspek lahiriah semata, seperti syarat dan rukunnya.
Kedua, puasa batiniah berarti menyaksikan pencipta bulan. Dia akan berpuasa bersama Allah, dan akan diberi balasan berupa kedekatan (al-qurbah) bersama Allah SWT.
Maka dari itu, puasa bersama Allah berarti dia sedang meluruskan kehendaknya, sekaligus menjadi karakter bagi orang yang berkemauan kuat. Dia tidak sekadar mengikuti aspek-aspek lahiriah, namun lebih dari itu, puasa bersama Allah berarti menahan diri melalui isyarat-isyarat hakikat.
Artikel ini telah tayang di ganaislamika.com dengan judul: https://ganaislamika.com/puasa-kaum-sufi-1-tafsir-isyari-al-qusyairi/