Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2019

1 Syawal 1440 H Jatuh pada 5 Juni, Hafalkan Niat dan Tata Cara Salat Idul Fitri

Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1440 H jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019. Hafalkan niat dan tata cara salat Idul Fitri.

1 Syawal 1440 H Jatuh pada 5 Juni, Hafalkan Niat dan Tata Cara Salat Idul Fitri
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anak-anak berada di antara jamaah Salat Idul Fitri 1439 H di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (15/6/2018). Hafalkan niat dan tata cara salat Idul Fitri. 

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW apabila keluar untuk salat Id memerintahkan agar menancapkan tombak di depannya. Kemudian ia salat menghadap kepadanya sementara jamaah berada di belakangnya. [HR. Muttafaq ‘alaih].

  • Tata Cara Salat Idul Fitri

Salat Idul Fitri dilaksanakan dua rakaat, tanpa azan, iqamat, dan bacaan ash-shalatul jami’ah (الصلاة الجامعة).

Serta tanpa disertai salat sunat, baik sebelum maupun sesudahnya, sesuai dengan tuntunan Nabi SAW.

Namun, selebihnya, secara garis besar, syarat dan rukun salat Idul Fitri tidak terlalu berbeda dengan salat lima waktu.

Termasuk dalam hal yang membatalkan.

Hanya saja, ada beberapa gerakan dan bacaan yang berbeda di sana.

Berikut Niat dan Tata Cara Salat Idul Fitri

1. Niat Salat Ied

Salat Ied didahului niat yang jika dilafalkan akan berbunyi “ushallî rak‘ataini sunnata li ‘îdil fithri” kalau dilaksanakan sendirian.

Ditambah “imâman” kalau menjadi imam, dan “makmûman” kalau menjadi makmum.

أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Ushalli sunnatan ‘iidil fithri rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Hukum pelafalan niat salat Ied adalah sunnah.

Yang wajib, ada maksud secara sadar dan sengaja dalam batin, seseorang akan menunaikan salat sunnah Idul Fitri.

2. Takbiratul ihram

Kedua, takbiratul ihram sebagaimana salat biasa.

Setelah membaca doa iftitah, disunnahkan takbir lagi.

Takbir dalam salat Idul Fitri dan Idul Adha pada rakaat pertama sesudah takbiratul-ihram tujuh kali.

Sementara pada rakaat kedua sesudah takbiratul-qiyam (intiqal), lima kali.

3. Membaca Surat Al-Fatihah

Ketiga, membaca Surat al-Fatihah.

Sesudah takbir tujuh kali pada rakaat pertama, membaca surat al-Fatihah yang diikuti dengan surat al-A‘laa (surat no. 87), atau surat Qaaf (surat no. 50).

Pada rakaat kedua sesudah takbir lima kali, selain dari takbiratul-intiqal (qiyam) membaca surat al-Fatihah, diikuti dengan surat al-Ghaasyiyah (surat no. 88) atau surat al-Qamar/Iqtarabatis-Saa‘ah (surat no. 54).

Setelah melaksanakan rukun ini, dianjurkan membaca Surat al-Ghâsyiyah.

Berlanjut ke rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

4. Mendengarkan kutbah

Selesai melaksanakan salat Ied dua rakaat, imam langsung berkutbah sebanyak satu kali, yaitu tidak diselingi dengan duduk antara dua kutbah.

  • Amal Ibadah dan Adab Menyambut Hari Raya Idul Fitri

1. Memperbanyak takbir

Menyambut hari raya Idul Fitri, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir pada malam Idul Fitri.

Yaitu sejak terbenamnya matahari hingga pagi hari ketika salat Idul Fitri segera dimulai.

Ucapan takbir itu adalah:

اَللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ.

Allaahu akbar Allaahu akbar, Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd.

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha besar, Allah Maha besar dan segala puji bagi Allah.

2. Berhias dengan memakai pakaian bagus dan wangi-wangian

Orang yang menghadiri salat Idul Fitri dianjurkan berpenampilan rapi, yaitu berhias, memakai pakaian bagus, dan wangi-wangian.

Namun, yang perlu diperhatikan, anjuran mengenakan pakaian bagus bukan berarti harus serba mahal dan baru.

Yang paling penting adalah rapi dan bersih sehingga enak dipandang mata.

3. Makan sebelum berangkat salat Idul Fitri

Berbeda dengan Idul Adha, orang yang hendak berangkat ke lapangan tempat salat Idul Fitri dianjurkan makan terlebih dahulu.

4. Berangkat dengan berjalan kaki dan pulang melalui jalan lain

Orang yang pergi ke lokasi salat Idul Fitri, sebaiknya datang dengan berjalan kaki sambil bertakbir.

Sementara itu, pulang dari salat Idul Fitri melewati jalan lain dari yang dilaluinya saat berangkat.

5. Salat dihadiri oleh semua umat Islam

Idul Fitri merupakan satu peristiwa penting sekaligus hari besar Islam yang penuh berkah dan kegembiraan.

Oleh karena itu, pelaksanaan salat Idul Fitri dihadiri semua umat Muslim.

Baik tua, muda, dewasa, anak-anak, laki-laki, maupun perempuan.

Bahkan mereka yang saat itu terhalang untuk mengerjakan salat, seperti perempuan yang sedang haid, juga diperintahkan Nabi SAW untuk hadir.

Hanya saja, mereka tidak ikut salat dan tidak masuk ke dalam shaf salat.

Mereka hanya ikut mendengarkan pesan-pesan Idul Fitri yang disampaikan oleh khatib.

(Buku Tuntunan Idain dan Qurban, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, terbitan Suara Muhammadiyah)

Artikel di atas dirangkum Tribunnews.com dari laman tarjih.or.id, situs resmi Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Selengkapnya, Anda bisa langsung membacanya lewat dua link di bawah ini.

TUNTUNAN IDUL FITRI

PELAKSANAAN DAN CARA SHALAT IDUL FITRI

(Tribunnews.com/Sri Juliati)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Sri Juliati
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Lebaran 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas