Awal Ramadan Berpotensi Beda, Menteri Agama Harap Masyarakat Tak Berdebat
Awal Ramadan 1447 Hijriah berpotensi kembali berbeda di kalangan umat Islam Indonesia.
Tayang:
Diperbarui:
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Malvyandie Haryadi
HO/IST
AWAL PUASA - Awal Ramadan 1447 Hijriah berpotensi kembali berbeda di kalangan umat Islam Indonesia. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menyikapi kemungkinan tersebut dengan dewasa dan tetap menjaga persatuan.
Batas ini dinilai lebih empiris karena berbasis data astronomis yang lebih akurat.
Sebelumnya digunakan kriteria 2 derajat, namun hasil riset menunjukkan hilal pada ketinggian tersebut hampir mustahil terlihat.
"Kalau kita lihat perhitungan teknologi saat ini, wujud hilal saat terbenam matahari di Indonesia masih dalam posisi minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga 0 derajat 58 menit 47 detik. Jadi hampir mustahil bisa dirukyat," jelasnya.
Selain faktor ketinggian dan elongasi, kondisi cuaca seperti mendung juga menjadi tantangan.
Keputusan akhir akan diambil melalui sidang isbat dengan mempertimbangkan aspek ilmiah dan laporan rukyat di lapangan.
Berita Terkini
Baca tanpa iklan