Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Green Ramadan: Kesalehan Spiritual dan Etika Ekologis

Green Ramadan ajak umat Islam ubah kesalehan jadi etika ekologis: kurangi sampah, hemat air, dan cegah pemborosan.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Green Ramadan: Kesalehan Spiritual dan Etika Ekologis
Tribunnews.com
Dr. Samsul Hidayat, MA (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak) 

Aspek terpenting Green Ramadan bukanlah teknologinya, melainkan narasinya. Perubahan perilaku akan lebih bertahan lama jika dibangun di atas makna. Khutbah, pengajian, dan kelas pendidikan dapat mengintegrasikan pesan-pesan tentang amanah menjaga bumi.

1) Mengurangi sampah sebagai wujud syukur.

2) Menghemat air sebagai bagian dari adab berwudu.

3) Menghindari pemborosan sebagai implementasi larangan israf.

Dengan pendekatan ini, isu lingkungan tidak terasa asing. Ia hadir sebagai bagian dari spiritualitas Islam itu sendiri.

Tantangan Implementasi

Tentu, implementasi Green Ramadan di Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Infrastruktur daur ulang masih terbatas. Kemasan ramah lingkungan sering dianggap lebih mahal. Perubahan kebiasaan membutuhkan waktu.

Namun, pengalaman banyak komunitas menunjukkan bahwa perubahan budaya bisa terjadi jika didorong secara konsisten dan kolektif.

Rekomendasi Untuk Anda

Indonesia memiliki modal sosial yang besar. Jaringan masjid luas. Tradisi gotong royong kuat. Ini adalah aset.

Menuju Tradisi Baru Ramadan

Pada akhirnya, Green Ramadan mengajak kita membayangkan ulang wajah Ramadan di masa depan.

1) Iftar tanpa tumpukan plastik.

2) Masjid sebagai pusat edukasi lingkungan.

3) Anak-anak yang tumbuh dengan kesadaran bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah.

Transformasi ini tidak terjadi dalam semalam. Ia membutuhkan komitmen, keteladanan, dan keberanian untuk memulai.

Ramadan selalu disebut sebagai bulan perubahan. Pertanyaan Sederhana: perubahan apa yang ingin kita wariskan?

Green Ramadan menawarkan satu arah yang jelas—mengintegrasikan kesalehan spiritual dengan etika ekologis. Dari sinilah puasa menemukan makna terdalamnya: membentuk manusia yang taat kepada Tuhan sekaligus adil terhadap bumi dan generasi mendatang.Wallāhua‘lam.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas