Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ramadan, Ruang Kantor, dan Ketulusan Bicara Kita

RAMADAN, bagi banyak orang, adalah sebuah jeda, sebuah interupsi di tengah kebisingan pasar yang tak pernah tidur.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ramadan, Ruang Kantor, dan Ketulusan Bicara Kita
Dok Pribadi
kolumnis ramadan: Syamsul Kurniawan - Dewan Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat 

Di sana, kreativitas tumbuh bukan karena tekanan, melainkan karena rasa aman. Kita tidak lagi merasa perlu memakai topeng setiap kali pintu lift terbuka. Maka, biarlah Ramadhan kali ini menjadi laboratorium kecil bagi kita semua untuk mencoba menyapa tanpa maksud, untuk memberi tanpa mencatat, dan untuk berbicara tanpa harus selalu bertransaksi.

Karena pada akhirnya, hidup ini terlalu singkat jika hanya diisi oleh percakapan-percakapan yang alakadarnya. Kita butuh kedalaman untuk merasa benar-benar hidup di tengah dunia yang semakin dangkal dan bergegas. Semoga di ujung bulan ini, kita tidak hanya mendapatkan kemenangan atas rasa lapar, tapi juga kemenangan atas keangkuhan yang selama ini menjauhkan kita dari hangatnya persaudaraan yang tulus.

"Begitu transaksi usai, kita berbalik tanpa menoleh; seolah lawan bicara hanyalah sekadar jembatan menuju keinginan kita sendiri. Jarak yang membentang nyatanya bukan diciptakan oleh ruang, melainkan oleh hati yang hanya sudi terbuka jika ada laba yang ditawarkan. Ramadhan adalah waktu untuk meruntuhkan jembatan transaksional itu, menghidupkan kembali tutur kata yang mulia, dan mulai membangun rumah bagi ketulusan."

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas