Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Oknum Caleg di Nunukan Teror Siswa SD Korban Penganiayaan

Seorang siswa kelas 6 SD korban penganiayaan di Nunukan, diintimidasi oleh oknum caleg setempat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Oknum Caleg di Nunukan Teror Siswa SD Korban Penganiayaan
http://kaliaja.blogspot.com/
Ilustrasi caleg 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Seorang siswa kelas 6 SD korban penganiayaan di Nunukan, Kalimantan Timur, bernama Anto (bukan nama sebenarnya), diintimidasi oleh oknum calon anggota legislatif (caleg) setempat.

Oknum caleg itu, berkali-kali meminta korban yang masih berusia 15 tahun dan keluarganya mencabut laporan tentang penganiayaan yang dilakukan pria berinisial Za, di polsek setempat.

"Za memang sudah ditahan di polsek. Keluarganya datang terus ke sini. Ada aparat datang ke rumah supaya damai. Dari caleg juga datang, mengupayakan supaya damai. Tapi keluarga tidak mau," ujar Anto.

Selain mendatangi langsung keluarga korban di rumahnya,  Jalan Damai, Sungai Fatimah, Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, oknum caleg dimaksud juga seringkali menelepon keluarga korban untuk mengajak berdamai.

Anto dan keluarga berharap, kasus tersebut bisa berlanjut ke pengadilan. Dengan harapan, Za bisa mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Ia juga berharap, dengan membawa kasus ini ke Pengadilan, tentu bisa menjadi pelajaran agar pelaku tak mengulangi perbuatannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Anto menceritakan kejadian pahit yang menimpanya. Saat itu, Za yang merupakan warga Jalan Pelabuhan Baru, Kecamatan Nunukan mengunjungi kebunnya yang tak jauh dari kediaman korban.

Minggu (9/2/2014) sekitar pukul 11.00, Anto melihat Za mengangkut kayu milik orang tuanya. Ia lalu menanyakan kepada Za, mengapa mengangkut kayu?

"Saya teriaki kembalikan kayunya. Tidak lama dia bilangi saya dengan kata kasar. Jadi saya mendatangi dia, sampai sana saya ditampar, lalu dipukuli dan dicaci maki," tuturnya.

Tak hanya itu, saat hendak pulang, Anto masih menerima bogem mentah tak jauh dari mata kanannya. "Sampai sekarang bagian mata masih sakit," tandasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas