Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Atap Kantor Bupati Tanjabbar Tiba-tiba Roboh

Kejadian yang menimbulkan bunyi sangat keras ini sontak saja membuat kaget pegawai maupun masyarakat yang tengah beraktifitas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Atap Kantor Bupati Tanjabbar Tiba-tiba Roboh
TRIBUNJAMBI/AWANG AZHARI
Atap samping kantor Bupati Tanjabbar yang roboh, Selasa (2/9) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari

TRIBUNNEWS.COM, KUALA TUNGKAL - Tidak ada angin atau hujan, namun secara tiba-tiba atap teras samping kantor Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) provinsi Jambi yang berbahan kayu dan seng roboh.

Kejadian yang menimbulkan bunyi sangat keras ini sontak saja membuat kaget pegawai maupun masyarakat yang tengah beraktifitas di lingkungan Setda, Selasa (2/9/2014).

Tampak di sana dua unit sepedah motor terparkir, beruntung tak sempat tertimpa atap yang memiliki panjang kurang lebih sebelas meter tersebut.

Dari pantauan Tribun di lokasi, kayu penyanggah atap yang melekat di tembok lepas, sehingga separuh atap yang tampak cukup berat itu tanpa halangan apapun terjun bebas ke lantai. Namun di sisi lain masih ada tiang penyanggah yang lekat di tembok, sehingga tak seluruhnya jatuh.

Akibatnya, kondisi selasar reng atap patah dua. Kuat dugaan bahan kayu yang digunakan tidak berkualitas, hal ini tampak karena ternyata kondisi kayu sudah kropos bahkan rerata sudah menjadi tempat rayap bersarang.

Kondisi serupa bukan hanya terjadi pada atap yang roboh, namun seluruh kayu penyanggah atap teras kantor bupati di lokasi tersebut sudah keropos dan memprihatinkan, sehingga bukan tidak mungkin kejadian yang sama akan terulang.

Rekomendasi Untuk Anda

Masyarakat yang tampak berada di lokasi, Reza, mengaku cukup khawatir atas kondisi yang ada, mengingat bagaimanapun kantor bupati merupakan wilayah publik yang harus dipelihara dengan baik.

"Inikan aset daerah artinya aset masyarakat juga. Kondisi yang ada sekarang sangat membahayakan," jelasnya. Menurut info yang terhimpun, atap teras ini terakhir dibangun sekitar 2005.

Sumber: Tribun Jambi
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas