Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hasyim Muzadi Minta Deplu Investigasi WNI Hilang di Turki

Langkah itu untuk menjawab keresahan masyarakat, khususnya bagi keluarga para WNI yang hilang itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Hasyim Muzadi Minta Deplu Investigasi WNI Hilang di Turki
Tribunnews.com/Tribunnews.com/Andri Malau
Mantan Ketua PB Nahdlatul Ulama, Hasyim Muzadi Dalam diskusi Harian Kompas-Muslimat Nahdltul Ulama Peran NU di Tengah Perubahan Kekuatan Global , di Ruang Rapat Redaksi Kompas, Jakarta, Selasa (27/1/2015). (Tribunnews.com/Andri Malau) 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, KH Hasyim Muzadi, mendesak pemerintah untuk segera melakukan investigasi soal hilangnya 16 Warga Negara Indonesia (WNI) di Turki, Februari 2015 lalu.

Langkah itu untuk menjawab keresahan masyarakat, khususnya bagi keluarga para WNI yang hilang itu.

“Menteri Luar Negeri harus segera melakukan investigasi. Dipastikan (hilangnya 16 WNI) karena apa,” kata KH Hasyim Muzadi saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-89 Nahdlatul Ulama di kantor Pengusur Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, Minggu (8/3/2015).

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Malang ini menjelaskan, investigasi itu untuk mengetahui penyebab hilangnya 16 WNI di Turki. Apakah 16 WNI itu ikut gabung dalam Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau malah menjadi korban dari ISIS.

Menurutnya, Menteri Luar Negeri harus bisa memberikan penjelasan masalah itu agar tidak terjadi kerersahan di masyarakat maupun di keluarga para WNI yang hilang itu.

“Mungkin (mereka) bisa juga ingin bergabung (ISIS) dan bisa juga tersandera (ISIS). Karena dalam situasi perang jangan disamakan dengan kondisi damai, semuanya menjadi tidak normal,” ujar Ketua PBNU periode 1999-2010 itu.

Perlu diketahui, 16 warga Indonesia menghilang secara misterius di Turki. Mereka pemilik paspor yang tinggal di Surakarta dan Surabaya.

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka merupakan rombongan tur yang berjumlah 25 orang. Rombongan yang menggunakan travel bernama Smailing Tour ini berangkat dari Indonesia pada 24 Februari 2015 dari Jakarta.

Mereka menumpang pesawat Turkish Airlines TK 67 dan tiba di Bandara Turkish International Ataturk, Istanbul. Setibanya di Bandara Turkish International Ataturk, 16 orang menyampaikan kepada pemimpin rombongan bahwa mereka akan berpisah.

Mereka berjanji akan kembali bergabung pada 26 Februari 2015 di Kota Pamukkale, Turki. Tetapi, hingga sekarang keberadaan 16 WNI itu tidak jelas. (Samsul Hadi)

Sumber: Surya
Tags:
WNI
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas