Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bersih Desa Warga Desa Buleleng Bali, Ini Prosesinya

Beberapa jenis hewan dihaturkan dalam prosesi upakara. Di antaranya, kambing, ayam, itik, anjing dan angsa. Binatang ini disucikan dengan didoakan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Bersih Desa Warga Desa Buleleng Bali, Ini Prosesinya
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Warga peserta upakara Mepepada membawa anak sapi mengitari Catus Pata Desa Sudaji sebanyak tiga kali, Selasa (22/9/2015) 

Laporan wartawan Tribun Bali, Lugas Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, BALI  -  Desa Pakraman Sudaji menggelar upakara Mepepada di Perempatan Agung/Catus Pata Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, Selasa (22/9/2015), pukul 16.00 Wita.

Sejumlah warga turut berkumpul dan berjubel di sudut-sudut perempatan menyaksikan prosesi upakara.
Sesekali sebagian di antaranya mengabadikan prosesi itu menggunakan kamera telepon seluler.

Upakara ini dilaksanakan sebagai upaya pembersihan desa setelah ada warganya yang melakukan perbuatan tidak sesuai norma sosial dan agama.

Sebelumnya, GPY (40) terbukti menghamili anak kandungnya, LY (17) Usia kehamilan LY kini telah mencapai tiga bulan.

“Karena itu desa menuntut menggelar upacara ini. Karena itu sudah disebut mengotori desa. Ya, mudah-mudahanlah dengan upakara ini di Desa Sudaji untuk pertama dan terakhir. Supaya tidak ada hal-hal negatif lagi untuk Desa Sudaji,” ujar Bendesa Adat Sudaji, Jro Nyoman Sunuada.

Beberapa jenis hewan dihaturkan dalam prosesi upakara ini. Di antaranya, kambing, ayam, itik, anjing dan angsa. Binatang-binatang ini disucikan dengan didoakan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Selanjutnya, hewan-hewan itu diiringkan murwa daksina. Sejumlah orang membawa satu persatu hewan itu mengitari Perempatan Agung sebanyak tiga kali searah jarum jam.

Selanjutnya hewan-hewan itu disembelih. Lantas dilakukan prosesi sembahyang bersama untuk mendoakan agar semua binatang yang telah disucikan itu bisa digunakan untuk kepentingan yadnya.

Seusai disembelih, binatang-binatang itu dikuliti dan dagingnya digunakan untuk melengkapi bebantenan.

Dikatakannya, binatang-binatang yang telah disembelih akan digunakan sebagai sarana banten upakara Mecaru Labuh Gentuh dan Balik Sumpah yang akan dilaksanakan, Rabu (23/9/2015).

Secara spiritual, roh-roh binatang yang digunakan sebagai sarana banten akan meningkat menjadi ciptaan Tuhan yang lebih tinggi dari sebelumnya.

“Diupakari dulu, dibersihkan dulu (binatangnya) baru digunakan untuk mecaru hari ini. Dikembalikan rohnya (binatang) itu. Kalau kakinya empat ke mana, kalau kaki dua di mana, itu terserah pemuput. Lalu dikembalikan rohnya itu, baru setelah itu dipakai untuk upakara,” jelasnya.

Selain itu, upakara mecaru juga untuk membersihkan wilayah Desa Sudaji yang telah ternoda tindakan asusila ayah dengan anak kandung.

Sementara keseluruhan biaya yang mencapai Rp 60 juta ditanggung GPY.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas