Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Pembunuh Ikut Angkat Jenazah Abdul Jamil ke Pekuburan

Abdul Jamil (60), aktivis lingkungan, tewas di tangan sepupunya berinisial S yang masih buron. Pelaku sempat mengangkat jenazah Jamil ke pemakaman.

Editor: Y Gustaman
zoom-in Pembunuh Ikut Angkat Jenazah Abdul Jamil ke Pekuburan
Tribun Jateng/Puthut Dwi Putranto
Sopiah menunjukkan foto keluarganya. Ia ditinggal suaminya, Jamil, yang tewas mengenaskan di tangan dua preman kampung di Demak. 

Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Philip Samosir menjelaskan, kedua tersangka pembunuh Jamil sangat ditakuti di desanya.

Baca juga: Seorang PNS Bunuh Aktivis Lingkungan yang Bongkar Proyek Galian C Tak Berizin

"Bahkan yang jadi buron kali ini orangnya tempramental, S itu suka melukai orang, baik menggunakan tangan kosong maupun senjata tajam," ujar Philip.

Dia berharap, dari keterangan S nantinya bakalan mengerucut motif di balik kematian Jamil. Berdasar pengakuan Soleman, tersangka yang telah tertangkap, S-lah yang berperan aktif menghabisi nyawa Jamil.

"Tersangka yang buron ini merupakan sepupu korban. Apakah ini dendam atau lainnya, kami belum bisa berspekulasi. Kami masih memburu tersangka. Kami juga masih mengumpulkan informasi pemeriksaan dan penyelidikan," terang Philip.

Dia menyampaikan, berdasar hasil penyelidikan sementara menyebutkan jika kematian Jamil erat hubungannya dengan protes korban terhadap proyek pengerukan lahan irigasi di dekat lahan pertanian miliknya.

Pengerukan irigasi menggunakan satu alat berat untuk keperluan pengairan lahan pertanian itu, diketahui telah menyentuh sawah milik Jamil.

Berita Rekomendasi

"Jadi saat itu Jamil menegur karena lahan sawahnya terkena kerukan, apalagi ada aktivitas jual beli tanah tak berizin di situ. Jamil marah dan kemudian bersitegang dengan tersangka. Pembunuhan direncanakan karena thinner dan semuanya sudah disiapkan, " kata Philip.

Apakah dimungkinkan ada tersangka lain dalam kasus pembunuhan Jamil, Philip belum bisa memberikan keterangan. Ia meminta publik menunggu sementara polisi mengembangkan kasus ini.

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas