Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Saat Kepala Dibenturkan ke Tembok, Engeline Teriak

Agus mengaku bahwa Margriet menjambak Engeline dan membenturkan kepala dalam posisi berdiri di kamar tidur Engeline.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Saat Kepala Dibenturkan  ke Tembok, Engeline Teriak
Tribunnews.com
Engeline semasa masih hidup 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga

TRIBUNNEWS.COM,  DENPASAR  - Sidang kasus pembunuhan Engeline C Megawe digelar di ruang sidang Cakra, PN Denpasar, Bali, Senin (21/12/2015).

Saksi pertama Agus Tay Handa May melakukan pergaan bagaimana Margriet melakukan pembunuhan terhadap anak angkatnya itu.

Agus mengaku bahwa Margriet menjambak Engeline, dan membenturkan kepala dalam posisi  berdiri di kamar tidur Engeline.

"Di kamar Margriet, posisi korban (Engeline) berdiri miring, dijambak rambutnya.‎ Margriet berdiri menghadap ke timur, ke arah tempat tidur. Kejadiannya, di kamar Margriet. Persis di bawah tempat tidur," jelas Agus kepada Ketua Majelis Hakim, Edward Haris Sinaga.

Agus juga menjelaskan, bahwa pertama kali mengenal pada 24 Maret 2015 dengan Engeline. Engeline meninggal pada 16 Mei 2015. Dan meninggal di Jalan Sedap Malam, kemudian Engeline dikuburkan oleh Agus dan Margriet di halaman rumah belakang.

"Saat itu Ibu Margriet memanggil saya, Gus kemari Gus, sebentar," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Agus menyebut bahwa Margriet melakukan pembunuhan, dan sebelum bekerja Agus juga mendengar Engeline menangis dan teriakan "Mama lepas Ma, Cukup Ma'.

"Saat di kamar saya juga bertanya, Bu apa yang dilakukan ke Engeline? Sudah diam kamu," urai Agus dalam obrolannya ‎dengan Margriet saat Engeline berada di kamar Margriet.

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas