Hanya di Kampung Ranca Banyawak Leluasa Lihat Ribuan Burung Kuntul
Mungkin, hanya di Kampung Ranca Bayawaklah kita bisa memanjakan mata melihat ribuan burung kuntul hinggap di rumpun bambu.
Editor: Y Gustaman
"Kebanyakan masyarakat di sini hanya buruh tani. Kebanyakan dari kami petani, tapi tak punya lahan sendiri," kata dia.
Dari 14 hektare tanah tersebut, masih terdapat lima hektare milik pemerintah, meski begitu ada harapan di situ.
Sebab, warga kampung sebenarnya menolak pembangunan real estate di Ranca Bayawak, selain merusak lingkungan, pembangunan juga mengancam populasi burung kuntul.
Ia mendorong Pemerintah Kota Bandung ikut membantu penyelamatan populasi burung kuntul ini.
"Coba saja, cari burung kuntul di Bandung yang bersarang seperti di rumpun bambu seperti di Ranca Bayawak, pasti tidak ada. Oleh karena itu, burung yang ada di sini harus dijaga dan dilestarikan," kata Ujang.
Burung Kuntul hinggap di rumpun bambu di Kampung Ranca Bayawak, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Foto diambil Rabu (20/1/2016). TRIBUN JABAR/LUTFI AHMAD
Paling tidak, pemerintah membuatkan taman burung kuntul di sana. "Jika itu dibuat, pasti akan banyak yang datang ke sini, dan menyelamatkan lahan pertanian untuk habitat burung-burung itu," katanya lagi.
Di Gedebage memang ada ratusan hektare yang bisa dipergunakan untuk pembangunan.
"Kami hanya meminta pemerintah menyelamatkan sedikit saja supaya populasi burung kuntul terselamatkan," tegas Ujang.
Selama ini, ia dan warga Kampung Ranca Bayawak, terutama para pemuda, selalu menjaga habitat burung-burung ini dari tangan jahil.
"Apalagi dalam Perda Nomor 11 tahun 2005 ada larangan untuk mengganggu pohon dan burung. Tapi, kalau lahan pertaniannya semua dibangun real estate, burung-burung itu tidak hanya akan terganggu, tapi terancam punah. Panda saja yang dari luar negeri dibikinin taman, ini burung kuntul, adanya di Kota Bandung, masa dibiarkan," kritik Ujang.
Dulu ada delapan rumpun bambu yang jadi sarang kuntul di Kampung Bayawak. "Sekarang hanya tinggal empat," Ujang menyayangkan.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.