Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

LGBT Pernah Gelar Seminar di Kampus USU dengan Kedok HAM, Tapi Dibubarkan Mahasiswa

Seminar Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Universitas Sumatera Utara (USU) pernah dibubarkan paksa oleh sekelompok mahasiswa pada 2014

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Jefri Susetio
Editor: Sugiyarto
zoom-in LGBT Pernah Gelar Seminar di Kampus USU dengan Kedok HAM, Tapi Dibubarkan Mahasiswa
youtube
Ormas yang tergabung dalam Konsolidasi Umat, menolak kehadiran komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Jefri Susetio

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Seminar Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Universitas Sumatera Utara (USU) pernah dibubarkan paksa oleh sekelompok mahasiswa pada 2014.

Hal ini disampaikan, Pembantu Rektor III USU, Raja Bongsu Hutagalung.

Bongsu menjelaskan, kala itu, seminar LGBT berkedok Hak Asasi Manusia. Sehingga, tidak sedikit mahasiswa terkecoh ikut seminar itu.

Namun, saat pemberian materi lebih menonjolkan tentang hak individu untuk berhubungan sesama jenis.

"Usai dibubarkan paksa oleh mahasiswa, panitia seminar membuat penjanjian untuk tidak buat acara serupa. Kegiatan itu, yang gelar orang luar, ada EO-nya," katanya kepada www.tribun-medan.com, Kamis (11/2/2016).

Bongsu menyatakan, sangat geram apabila LGBT gunakan simbol USU. Pasalnya, USU tidak pernah melegalkan kegiatan ataupun keberadaan LGBT.

Rekomendasi Untuk Anda

Baginya, LGBT melenceng dari ajaran agama serta nilai masyarakat.

"Hari ini, saya akan panggil seluruh organisasi internal kampus untuk membicarakan tentang LGBT. Karena mahasiswa lebih tahu secara mendetail tentang keberadaan organisasi ini. Kami akan cari anggotanya di USU untuk diluruskan pemikirannya," ujarnya.

Bongsu bilang, sudah meminta seluruh organisasi internal kampus untuk memberikan laporan tentang keberadaan komunitas ini. Apalagi, menteri sudah melarang keberadaan LGBT.

"Kami akan mencari tahu di mana lokasi berkumpulnya, berapa jumlah anggotanya. Tapi, seluruh mencari tahu tentang organisasi ini akan dibicarakan bersama pemerintahan mahasiswa dan organisasi internal kampus lainnya," ungkapnya. (tio/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas