Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Sri Sultan: Salah Asuhan Orangtua, Anak Pintar Pada Akhirnya Bisa Menembak Orang

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menilai tiga remaja menembak warga memakai air softgun di Bantul tak sekadar kenakalan remaja.

Sri Sultan: Salah Asuhan Orangtua, Anak Pintar Pada Akhirnya Bisa Menembak Orang
Tribun Jogja/Usman Hadi
Kapolres Bantul, AKBP Dadiyo, menunjukkan barang bukti air softgun dalam kasus penembakan di Banguntapan beberapa waktu lalu, Senin (2/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menilai tiga remaja menembak warga memakai air softgun di Bantul tak sekadar kenakalan remaja.

Bila dirunut ke belakang, kemungkinan akar persoalan berada di pendidikan karakter keluarga. Belum lama ini polisi mengamankan tiga remaja karena menembak warga menggunakan air softgun.

"Enggak logis kalau sekadar kenakalan. Masa ya tiru-tiru, masa iya enggak tahu itu akan merugikan orang lain," jelas Sultan ketika dimintai pendapat di Kepatihan, Yogyakarta, Senin (2/5/2016).

Sultan mengungkapkan, bahwa orangtua berperan besar mengawasi polah anaknya, bukan untuk mengekang atau membatasi kebebasannya, tapi lebih memperhatikan mereka bagaimana bersosialisasi dengan dunia luar sejak anak-anak.

"Misalkan anak sedari SD tidak bisa menikmati dunia anak-anaknya. Ketika dia pulang sekolah disuruh les ini itu, lalu disuruh diam di rumah untuk nonton TV, hingga anak tidak bersosialisasi," tutur dia.

Hal demikain, kata Sultan, akan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan karakter anak ketika beranjak remaja hingga dewasa.

Belum lagi orangtua yang menuntut anaknya pintar, tapi akhirnya menjadi tidak beradab. Membentuk karakter anak sesuai dengan keinginan orang tua, bukan dengan melihat bakat dan potensi anak.

"Anak pintar juga pada akhirnya bisa menembak, karena faktor psikologis di lingkup keluarga tersebut," beber dia.

Ia berpesan kepada orangtua untuk memperhatikan pendidikan karakter yang diterapkan di lingkup keluarga. Caranya bukan hanya teori, namun diwujudkan lewat tindakan yang nyata.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas