Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Terpidana Mati Merry Utami Pernah Tiga Minggu Tinggal di Sukoharjo

Tahun 2003, Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan hukuman mati bagi Merry.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Terpidana Mati Merry Utami Pernah Tiga Minggu Tinggal di Sukoharjo
TRIBUNSOLO.COM/BAYU ARDI
Priyono, tetangga kakak Merry Utami di Singopuran, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (26/7/2016). Priyono dahulu bekerj sebagai perangkat Desa Singopuran. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto

TRIBUNNEWS.COM, SUKOHARJO - Terpidana kasus peredaran narkoba yang akan dieksekusi mati, Merry Utami, ternyata pernah tinggal di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Namun kala itu Merry hanya tiga minggu tinggal di rumah kakak kandungnya, DW.

Rumah itu berlokasi di Jl Veteran II, Singopuran, Kartasura, Sukoharjo.

Hal tersebut diceritakan oleh tetangga DW, Priyono, di rumahnya, Selasa (26/7/2016).

"Dulu saya pernah menguruskan KTP Merry, sekitar tahun 2001," kata Priyono, yang merupakan pensiunan perangkat desa.

Catatan TribunSolo.com, Merry Utami ditangkap pada 31 Oktober 2001 di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten, karena membawa heroin seberat 1,1 kilogram.

Rekomendasi Untuk Anda

Tahun 2003, Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan hukuman mati bagi Merry.

Kemungkinan Merry segera dieksekusi mati di Lapas Nusakambangan.

Karena itulah Merry telah dipindahkan dari Lapas Wanita Tangerang ke Lapas Besi, Nusakambangan, Jateng.
Warga Madiun

Menurut Priyono, Merry sebelumnya tercatat sebagai warga Madiun, Jatim, dan tinggal bersama suami (kemudian bercerai, Red) dan dua anaknya.

Ketika itu dia bekerja sebagai perawat di Hongkong.

"Setelah itu dia pulang ke Indonesia, tinggal bersama kakaknya di kampung ini, menganggur," ujar Priyono.

Dia kemudian berencana kembali bekerja ke Hongkong. Untuk itu dia mengurus visa di Jakarta.

Selama di Jakarta, menurut Priyono, Merry tinggal bersama kerabatnya.

"Saat itulah dia berjumpa dengan seorang bule, akhirnya dia berangkat juga ke luar negeri," kata Priyono.

"Setelah itu tiba-tiba ada kabar penangkapan Merry," tuturnya. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas