Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Cuping Hidung Pasien Meninggal Hilang di Rumah Sakit, Begini Perkembangan Kasusnya

Kasus dugaan pencurian jaringan tubuh berupa cuping hidung pasien bernama Wakiyah, warga Jragan I, Poncosari, Srandakan, akhirnya selesai.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Cuping Hidung Pasien Meninggal Hilang di Rumah Sakit, Begini Perkembangan Kasusnya
Tribun Jogja/Agung Ismiyanto
Purwanti Sari (25) saat menunjukkan foto ibunya, Wakiah (49) yang sebagian hidungnya di sebelah kiri hilang, selepas jenazah ibunya dibawa pulang dari RSUD Bantul, Kamis (19/5/2016). 
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kasus dugaan pencurian jaringan tubuh berupa cuping hidung pasien bernama Wakiyah, warga Jragan I, Poncosari, Srandakan, akhirnya selesai.

Pihak keluarga tidak lagi menuntut Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati yang sebelumnya dianggap lalai karena telang membiarkan cuping hidung Wakiyah hilang.

Perdamaian ini ditandai dengan penyerahan tali asih dari pihak RSUD Panembahan Senopati kepada keluarga.

Kepala Unit II Subdit III Ditreskrimsus Polda DIY, Kompol Bambang Priyana, menjelaskan penyelidikan kasus dugaan pencurian cuping hidung ini sudah dihentikan. Pihak keluarga dan RSUD Panembahan Senopati sepakat berdamai.

“Ada pencabutan laporan, sehingga kasus ini tidak diteruskan,” kata Bambang saat dihubungi.

Dia menambahkan, keluarga sudah menerima kondisi jasad pasien. Sehingga, ada pencabutan laporan dalam kasus ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski, sebelumnya pihak korps Bhayangkara ini telah melakukan pra rekontruksi kasus ini dan meminta keterangan pada beberapa saksi.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan Semesta sebagai kuasa hukum keluarga almarhumah Wakiyah, Retna Susanti, mengatakan perdamaian antara pihak keluarga dan RSUD Panembahan Senopati terjadi pada Ramadan.

Retna tidak hafal persis tanggal perdamaian kedua belah pihak. Akan tetapi pihak keluarga meminta adanya pencabutan kuasa dari Retno.

“Kalau tidak salah pertengahan bulan puasa menjelang Lebaran. Keluarga minta pencabutan surat kuasa ke saya. Kasus ini sudah berakhir damai,” kata Retna.

Berakhirnya kasus dugaan pencurian jaringan tubuh yang sebelumnya sempat menjadi berita hangat ini, tak lain karena sikap keluarga yang akhirnya tidak berniat lagi menempuh jalur hukum.

Pihak keluarga memang beberapa kali didadatangi pihak RSUD Panembahan Senopati yang mengajak damai dan kasus ini tak diteruskan.

Saat itu Direktur RSUD Panembahan Senopati, I Wayan Sudana, hendak pindah ke Sanglah, Bali. Sehingga, butuh ada segera kepastian. Di sisi lain, keluarga almarhumah Wakiyah merupakan keluarga tak mampu.

“Dia juga butuh bersih secara nama untuk karier. Sehingga, berlanjutlah dengan perdamaian ini. Di sisi lain, Polda juga capek mungkin dengan kasus ini,” kata dia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas