Rekonstruksi Kasus Asusila Dosen Terhadap Siswi SMK Berlangsung Selama Empat Jam
Setelah diselingi waktu istirahat, rekonstruksi dilanjutkan kembali di ruang lantai dua dari gedung berbeda, namun masih di komplek Kos Dempo.
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Wahid Nurdin
"Iya, pengakuan korban kepada kepala sekolah tadi pagi, bahwa tadi malam juga ada orang yang mengaku dari pihak tersangka menemui keluarga korban di rumahnya. Korban dan kakaknya yang menerima," jelasnya.
Lanjut Devi, orang yang mengaku dari pihak tersangka menawarkan uang sebanyak Rp 50 juta, di luar uang damai sebelumnya sebesar Rp 150 juta.
Namun, korban diminta untuk tidak menghadiri rekonstruksi yang digelar pada Kamis (15/9) pagi.
Kakak korban, menurut cerita Devi, menyetujui tawaran orang tersebut, dan kemudian menerima uang tunai sebesar Rp 20 juta dengan menandatangani surat pernyataan tidak akan hadir dalam rekonstruksi.
"Makanya tadi pagi rekonstruksi molor, tidak sesuai jadwal. Karena korban saat masuk sekolah tadi pagi baru menceritakan kejadian ini kepada kepala sekolah," kisahnya.
Kakak korban bahkan sempat menelpon korban yang sudah di sekolah, agar tidak datang pada pelaksanaan rekonstruksi, karena kakaknya merasa takut dituntut balik, setelah menerima uang kesepakatan menyetujui tidak hadir dalam rekonstruksi.
"Setelah diberikan pengertian, akhirnya korban mau juga hadir dalam rekonstruksi tadi pagi," sambungnya.(*)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.