Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Selain Depresi, Polisi Berpenyakit Kronis Dilarang Bawa Senjata Api

Tidak semua polisi dapat membawa senjata api, termasuk yang bermasalah secara psikologis dan memiliki penyakit kronis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Selain Depresi, Polisi Berpenyakit Kronis Dilarang Bawa Senjata Api
Kompas.com
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Surya, Zainuddin

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Tidak semua polisi dapat membawa senjata api, termasuk yang bermasalah secara psikologis dan memiliki penyakit kronis.

Masalah psikologis tidak hanya kepada rekan kerjanya, tapi juga keluarga. Tipe polisi seperti ini dipastikan tak bakal mendapatkan hal memegang senjata api.

"Memiliki penyakit kronis juga bisa menggugurkan hak pakai senpi," ujar Kabag Psikologi Polda Jatim, AKBP Eka Sariana Himawati di sela tes psikologi untuk para reserse anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya dan tingkat polsek di Polrestabes Surabaya, Kamis (15/9/2016).

Sebanyak 148 anggota reserse mengikuti tes psikologi. Peserta tes berpangkat brigadir sampai AKP. Mereka mengerjakan berbagai tes tertulis mulai pukul 10.00 WIB sampai 14.30 WIB.

Tes ini sebagai syarat anggota polisi mendapat hak memakai senjata api, jika gagal otomatis tak bisa. Kemungkinan besar polisi yang sudah memegang senjata pun bisa kehilangan haknya karena ketika dites kembali tak lulus.

"Kami ingin mengetahui tingkat kecerdasan dan tingkat emosional anggota," kata Eka.

Rekomendasi Untuk Anda

Banyak faktor menyebabkan polisi tidak lulus ujian di antaranya masalah keluarga atau depresi bisa menjadi faktor tidak langsung bagi peserta tes. Kondisi ini yang mempengaruhi peserta saat tes.

Tapi tes psikologi bukan satu-satunya syarat untuk mendapat hak memakai senjata api. Pimpinan juga akan melihat jejak rekam peserta sebelum mengizinkan.

Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, AKP Agung Pribadi, mengaku tidak ada persiapan khusus sebelum ikut psikologi. Dia hanya mempersiapkan diri agar bisa konsentrasi dalam tes.

"Saya sudah puluhan tahun memegang senpi. Semoga masih dipercaya memegang senpi," Agung berharap ketika dimintai komentarnya.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas