Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jembatan Jalan Tunjung di Gondomanan Sudah Setahun Retak

Sayap jembatan di Jalan Tunjung, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, retak setinggi lima meter dan lebar kurang dari tiga sentimeter.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Jembatan Jalan Tunjung di Gondomanan Sudah Setahun Retak
Tribun Jogja/Agung Ismiyanto
Warga menunjukkan sayap jembatan Jalan Tunjung, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, retak setinggi lima meter dan lebar kurang dari tiga sentimeter, Jumat (6/1/2017). Keretakan ini diduga karena faktor usia dan banyaknya kendaraan roda empat yang diparkir di atas badan jembatan. TRIBUN JOGJA/AGUNG ISMIYANTO 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Sayap jembatan di Jalan Tunjung, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, retak setinggi lima meter dan lebar kurang dari tiga sentimeter.

Keretakan di badan jembatan diduga faktor usia dan banyaknya kendaraan roda empat yang kerap parkir di atasnya, sehingga menambah beban.

Sejumlah warga setempat berharap keretakan tersebut segera ditangani karena jembatan di Jalan Tanjung merupakan jalur alternatif.

"Keretakan jembatan ini sudah terjadi selama setahun terakhir. Keretakan berawal dari sedikit demi sedikit, hingga akhirnya semakin memanjang ke bawah,” ujar Rasiwan, warga RW 6, Kelurahan Baciro, Gondokusuman, sambil menunjukkan retakan, Jumat (6/1/2016).

Jembatan sepanjang kurang lebih 20 meter ini setiap harinya menjadi akses untuk menuju Stadion Mandala Krida dan jalur alternatif menuju Balai Kota.

"Bahkan, pegangan jembatan juga ikut bergeser dengan adanya keretakan ini,” kata Rasiwan yang juga anggota SAR Gondokusuman ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Pihaknya sudah melaporkan persoalan ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, dengan harapan ada penanganan segera dari pemerintah.

Ia berharap penangan lebih cepat menunda keretakan tidak melebar sampai badan jembatan yang dapat membahayakan para pengguna jalan.

Jembatan ini dibangun pada 1986. Sebenarnya, mobil dilarang parkir di badan jembatan karena dapat membuat konstruksi menjadi tidak berfungsi baik.

“Banyak yang parkir di jembatan karena punya mobil tapi tidak punya garasi. Sudah dilarang dan diingatkan namun perilaku masyarakat berbeda-beda,” ulas dia.

Talud Retak

Tak hanya konstuksi jembatan yang retak, talud di bawah jembatan yang dilewati aliran Sungai Manunggal ini juga mengalami keretakan.

Hal ini pun jika dibiarkan akan mengancam bangunan masjid yang berada di atasnya.

“Talud juga mengalami keretakan. Kami harap segera ada perbaikan ke depannya agar tetap bisa berfungsi maksimal jika ada banjir,” sambung Rasiwan.

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas