Pengalaman Bekerja di Kedubes RI 21 Negara, Dian Tertantang Datangkan Investasi ke Kaltara
Dian Muhammad Johan Johor Mulyadi, satu dari pejabat tinggi pratama yang dilantik Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, Kamis (12/1/2017).
Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Arfan
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dian Muhammad Johan Johor Mulyadi, satu dari pejabat tinggi pratama yang dilantik Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, Kamis (12/1/2017).
Pejabat eselon II yang sebelumnya pernah bertugas di kedutaan besar Indonesia di 21 negara ini merasa tertantang sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kaltara.
Menurut dia posisi Kaltara sangat strategis karena menjadi beranda Indonesia. Kaltara seharusnya bisa maju dan penduduknya sejahtera dengan segala potensi yang dimilikinya.
Semisal luasan hutan di Kaltara bisa dimaksimalkan seperti Amazon di Brazil. Beragam flora dan fauna di dalam hutan di Kaltara beserta kearifan lokal masyarakatnya dapat menarik wisatawan.
"Jangan sampai (hutan, red) terus dieksploitasi, ditebang habis. Biarkan tumbuh alami. Itu akan mendatangkan wisatawan," ujar Dian saat disua Tribun Kaltim, Jumat (13/1/2017) siang.
Kekayaan alam yang terkandung di perut bumi Kaltara mesti dimanfaatkan secara bijak agar dapat dimanfaatkan oleh generasi-generasi mendatang.
Pengalaman selama bekerja di luar negeri, banyak dimanfaatkan Dian untuk mengaplikasikannya demi kemajuan Indonesia dan Kalimantan Utara khususnya.
"Jangan kita ke luar negeri saja. Kita harus balik membawa kehebatan orang luar negeri ini ke Kalimantan Utara. Agar orang luar negeri ke sini belajar," ungkap Dian.
Dian mengaku siap menindaklajuti berbagai kebijakan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Irianto Lambrie terkait penerbitan perizinan untuk investasi.
"Apa yang sudah digariskan Presiden harus kita laksanakan dan saya katakan Kalimantan Utara ini istimewa karena kita berbatasan dengan negara lain. Negara lain ini bisa kita jadikan cermin kemajuan. Kami siap laksanakan pedoman yang sudah digariskan gubernur," ujar dia.
Mantan Konsul RI di Tawau ini berjanji segera melaksanakan konsolidasi internal untuk merealisasikan pelayanan satu pintu yang cepat, efektif, dan efisien.