Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cuaca Ekstrim, Petani Jeruk di Purbalingga Gagal Panen

Petani buah jeruk di Desa Karangcengis, Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, tengah menanggung rugi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Cuaca Ekstrim, Petani Jeruk di Purbalingga Gagal Panen
TRIBUN JABAR / FIRMAN WIJAKSANA
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNNEWS.COM, PURBALINGGA - Petani buah jeruk di Desa Karangcengis, Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, tengah menanggung rugi.

Mereka tak bisa menikmati hasil panen buah tersebut.

Musim panen kali ini di luar prediksi Yerman, seorang petani jeruk.

Semestinya saat ini adalah musim panen raya di desanya.

Sayang, Yerman harus gigit jari lantaran tanaman jeruknya banyak yang tak berbuah.

"Cuaca ekstrem mempengaruhi pertumbuhan pohon jeruk. Tanaman jeruk telat berbuah. Buahnya juga jarang dan terserang hama, jadi kami gagal panen," keluh dia, Senin (20/3/2017).

Rekomendasi Untuk Anda

Jika cuaca sedang normal, kebun yang ditanami 100 tanaman jeruk miliknya biasa menghasilkan 1 ton sekali panen.

Satu kilogram jeruk dihargai Rp 10 ribu oleh tengkulak.

Cuaca ekstrem disebut Yerman berdampak pada kerusakan tanaman akibat serangan hama.

Batang tanaman banyak dijangkiti jamur sehingga membuat busuk.

Karena membusuk, batang itu tak mampu menghasilkan tunas.

"Jika sudah begitu, solusinya batang harus dipotong agar penyakit tak menyebar," papar dia.

Hama juga menyerang buah yang sedang tumbuh.

Cuaca ekstrem menyebabkan penyebaran hama walang sangit dan lembing semakin masif.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas