Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Istri Wartawan Televisi Trauma Lihat Suaminya Dianiaya Sekelompok Preman

Percobaan pembunuhan dan penganiayaan terhadap wartawan i-News TV Adi Palapa Harahap (40) menyisakan trauma bagi anggota keluarganya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
zoom-in Istri Wartawan Televisi Trauma Lihat Suaminya Dianiaya Sekelompok Preman
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Percobaan pembunuhan dan penganiayaan terhadap wartawan i-News TV Adi Palapa Harahap (40) menyisakan trauma bagi anggota keluarganya.

Eka Siregar sampai takut melihat langsung belasan preman dan orang-orang suruhan mengetuk rumah dan menganiaya suaminya, Adi, dan hendak menculiknya.

"Saya saat penyerangan itu lagi di rumah sama anak. Kaget sekali saya, kok tiba-tiba ada kelompok preman yang mau menculik suami saya," ungkap Eka, Jumat (24/3/2017).

Adi Palapa Harahap, wartawan i-News TV yang nyaris dibunuh kelompok preman bayaran pemilik gudang semen ilegal pada Kamis (13/3/2017) malam, hendak melapor ke Polrestabes Medan, Jumat (24/3/2017). TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
Adi Palapa Harahap, wartawan i-News TV yang nyaris dibunuh kelompok preman bayaran pemilik gudang semen ilegal pada Kamis (13/3/2017) malam, hendak melapor ke Polrestabes Medan, Jumat (24/3/2017). TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS (Tribun Medan/Array A Argus)

Baca: Oknum Polisi Bareng Preman Ikut Serang Wartawan Televisi Nasional

Baca: Wartawan Televisi Nasional Nyaris Dibunuh Orang Suruhan Pemilik Gudang Semen Ilegal

Eka yang tengah berada di ruang tengah berupaya melerai. Namun, kelompok preman suruhan pemilik pabrik semen ilegal di Jalan H Anif tetap memukuli suaminya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Trauma sekali saya. Apalagi, saat pemukulan itu ada oknum polisi. Polisinya itu cuma melihat saja, bahkan seolah mendukung suami saya dianiaya," Eka menambahkan.

Terkait kasus ini, Eka berharap para pelaku segera ditangkap. Jika tidak ditangkap, dikhawatirkan kelompok preman ini akan datang lagi ke rumahnya.

"Kami berharap agar kasus ini diproses. Para pelakunya harus segera ditangkap dan dihukum sesuai perbuatannya," ungkap Eka.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas