Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Butuh Tiga Jam Evakuasi Truk Gandengan Terlepas di Perlintasan Kereta

Truk gandeng yang terlepas sempat mengganggu perjalanan kereta api karena berhenti di perlintasan Kalibendo, Desa Kutoharjo, Kendal.

Butuh Tiga Jam Evakuasi Truk Gandengan Terlepas di Perlintasan Kereta
Tribun Jateng/Dini suciatiningrum
Truk gandeng yang terlepas sempat mengganggu perjalanan kereta api karena berhenti tepat di tengah rel perlintasan di Kalibendo, Desa Kutoharjo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat 928/4/2017) malam. TRIBUN JATENG/DINI SUCIATININGRUM 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum

TRIBUNNEWS.COM, KENDAL - Truk gandeng yang terlepas sempat mengganggu perjalanan kereta api karena berhenti di perlintasan Kalibendo, Desa Kutoharjo, Kendal.

Pengemudi truk Warnadi mengaku pada Jumat 928/4/2017) sekira pukul 21.00 WIB ingin mengirim barang dari pabrik Rimba Partikel Indonesia di Jalan Raya Kayu Lapis ke Semarang.

Saat menyeberangi perlintasan rel ganda kereta api, pengait gandengan truk yang bermuatan seberat 30 ton terlepas dari kabin truk.

Beruntung saat itu tidak ada kereta api yang melintas saat gandengan truk tronton nomor polisi H 1977 terlepas dan berhenti tepat di tengah rel.

"Keadaan jalan jalur rel kereta api tersebut agak menanjak sehingga saat lewat jalur rel kok tiba-tiba gandengannya lepas," ungkap Warnadi kepada Tribun Jateng.

Sopir bersama warga segera memasang penahan di roda gandengan truk gandeng agar tidak terguling dan melorot.

Peristiwa tersebut sempat mengganggu perjalanan kereta api. Pasalnya posisi gandengan truk tersebut melintang dan menutup satu jalur.

Kapolsek Kaliwungu AKP Nanung Nugroho menjelaskan proses evakuasi truk gandengan cukup sulit karena harus menggunakan alat berat untuk mengevakuasinya dari tengah rel.

"Tadi sudah dicoba angkat pakai derek ternyata tidak kuat jadi ini pakai buldoser," ungkap Nanung.

Proses evakuasi gandengan truk berlangsung selama sekira tiga jam karena muatan berat dan sempitnya jalan setelah diangkat menggunakan bolduser dan ditahan dengan dongkrak.

Nanung menambahkan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, tetapi sempat mengganggu perjalanan kereta api.

“Kami sudah sudah berkoordinasi dengan pihak KAI agar jadwal perjalanan KA diatur kembali karena saat ini hanya satu satu jalur saya yang bisa dilewati,” ujar Nanung.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas