Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keseharian Wakil Rakyat Asal Tomohon Bikin Geleng-Geleng Kepala

Jualan demi periuk nasi sekaligus hobi, sementara anggota dewan adalah tanggung jawab kepercayaan yang diberikan Sang Khalik dan konstituen

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Keseharian Wakil Rakyat Asal Tomohon Bikin Geleng-Geleng Kepala
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Keseharian wakil rakyat sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Tomohon ini bikin geleng-geleng kepala 

"Orang sudah tahu saya karena sejak kecil sudah di pasar. Kalau di pasar dari kecil, karena orangtua juga pedagang. Jualan tahu tempe baru sekitar 15 tahun," kata dia.

Dari hanya berjualan, berkembang belajar membuat tahu dan tempe.

Semua dari nol, hingga mampu membuat pabrik tahu dan tempe sendiri.

Meski mempekerjakan orang, dan jadi anggota dewan, tapi kata Michael, sulit melepas rutinitas jualan di pasar.

"Sudah kebiasaan dari dulu, jadi susah kalau mau ditinggalkan," ungkapnya.

Bahkan kebiasaan itu ikut turun ke kedua anaknya. Si Sulung Alfa kini sedang kuliah S2 di Universitas Klabat.

Sementara si Bungsu Citra kini kuliah S1 di Universitas Dela Salle.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau libur mereka (anak-anak) ikut jualan, mereka suka sendiri bukan saya paksa. Saya ajarkan ke anak-anak, bahwa cari hidup itu tidak gampang," sebutnya.

Rutinitas jualan dimulai sejak dini hari. Ia harus bangun pagi mempersiapkan segala sesuatu.

Tahu dan tempe dibawa dengan mobil, seperti kebiasannya dari dulu, Michael mengaku ke pasar naik ojek

"Dari dulu memang cuma naik ojek," kata Michael.

Naik ojek juga memang sudah semacam nasar yang disampaikan ke konstituennya ketika mencalonkan diri.

"Waktu itu memang ada yang tanya kalau sudah jadi Anggota Dewan masih mau naik ojek? Saya tegaskan tetap naik ojek," ujar pria asli Tomohon ini.

Biasanya pasar ramai antara jam 9 dan 10 pagi. Jika sudah melewati waktu itu, Michael harus menyudahi berdagang tahu tempe.

Ia harus meninggalkan lapak dagangan karena harus pergi ke Kantor Dewan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas